Menelisik Makna Pertobatan Ekologis bagi Umat Katolik

Klikhijau.com - Pertobatan ekologis merupakan buah pemikiraan yang umum dikenal di kalangan umat katolik. Tak jarang, umat katolik memandangnya sebagai konsep penebusan dosa ekologis yang memberika...

Menelisik Makna Pertobatan Ekologis bagi Umat Katolik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pertobatan ekologis merupakan buah pemikiraan yang umum dikenal di kalangan umat katolik.

Tak jarang, umat katolik memandangnya sebagai konsep penebusan dosa ekologis yang memberikan pemahaman tentang ekosentrisme.

Ekosentrisme sendiri merupakan paham dari filsafat politik ekologi yang bertumpuh pada keseimbangan alam, kesadaran dan solidaritas kolektif dalam relasi manusia terhadap alam.

Pertobatan ekologis menghimpun pinsip mendasar yang terintegrasi antara ajaran katolik, lingkungan, sosial dan ekonomi.

Di tengah gempuran krisis ekologis, kemerosotan sosial dan penurunan kualitas hidup. Lingkungan adalah sektor utama yang menjadi perhatian dalam diskursus pembahasan. Permasalahan lingkungan acap kali berkelindan pada laku hidup dan persepsi manusia yang menafikkan subjek lain. Dalam perkembangan pemikiran pertobatan ekologis menyusul pembangunan manusia yang berkesadaran.

Paradigma pertobatan ekologis

Pertobatan ekologis secara sederhana tercermin dalam cara hidup, sikap moral dan tindakan yang berpangkal pada perwujudan keimanan dan ketaqwaan yang menitikberatkan pada harmonisasi setiap aspek kehidupan.

Konstruksi pradigma mesti diperbaharui dengan menempatkan lingkungan secara proporsional. Tidak hanya dilihat dari segi keuntungan, akan tetapi juga dampak yang akan ditimbulkan.

Kerusakan lingkungan bertautan dengan segala aspek yang saling memengarhui satu sama lain dalam kehidupan. Salah satunya berkutat pada persoalan sampah yang bagi sebagian masyarakat tidak bernilai dan tak memiliki harga.

Pertobatan ekologis berupaya untuk menjadikan ajaran katolik sebagai landasan fundamental dalam mengubah pradigma dan laku perbuatan masyarakat dalam memandang persoalan sampah. Budaya komsumtif mengubah secara drastis laku sikap manusia kearah yang lebih praktis. Seperti berkembangnya sikap apatis, dan persepsi yang menganggap persoalan sampah sebagai urusan luar yang tidak terkoneksi secara individu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2