Menelisik Makna Pertobatan Ekologis bagi Umat Katolik

Klikhijau.com - Pertobatan ekologis merupakan buah pemikiraan yang umum dikenal di kalangan umat katolik. Tak jarang, umat katolik memandangnya sebagai konsep penebusan dosa ekologis yang memberika...

Menelisik Makna Pertobatan Ekologis bagi Umat Katolik
Bacakan Artikel

Melalui transformasi pertobatan ekologis, setiap individu lahir dalam sebuah keadaan yang baru.  Disini agama memainkan peran utama dalam  membuka jalan bagi lahirnya pradigma baru dengan tetap mengacu pada upaya menyelaraskan nilai-nilai keagamaan dan realitas yang dihadapi.

Benang merah dari segala persoalan lingkungan adalah pengingkaran dan penyangkalan eksistensi. Padahal seyogianya semua entitas dalam alam semesta sebagai suatu persekutuan universal.

Relevansi spirit nilai-nilai keagamaan didudukkan dengan mengesampingkan sikap hidup yang kontradiktif  dengan spirit pertobatan ekologis, seperti keserakahan, ketidakpedulian terhadap lingkungan dan sikap antroposentrisme.

Dalam menyikapi persoalan lingkungan, Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudatao Si mengajak umat katolik untuk memperbaharui relasi manusia dengan Allah, sesama manusia dan alam. Sebagaimana dalam kitab kejadian (2:15) ‘‘memelihara, melindungi, melestraikan, merawat dan mengawasi’’.

Sejalan dengan itu, merawat lingkungan juga tercantum dalam kitab kejadian (1:28). ‘‘beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dab burung-burung dan atas segala binatang yang merayap di bumi’’

Pesan Tuhan perihal pertobatan ekologis diliputi oleh upaya untuk mengubah secara kongkrit kondisi lingkungan yang tak terawat pun tak terjaga, ‘‘agar bumi kembali pada martabatnya semula: Allah melihat segala yang dijadikannya itu sungguh amat baik’’ (1:31).

Khotbah Pengolahan Sampah

Dimensi dari pertobaatan ekologis tidak hanya berputar dalam wacana menyelamatkan dunia melalui gagasan tetapi juga dalam tindakan-tindakan konkrit. Melalui peran pemuka agama, penyadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan sampah dapat ditingkatkan melalui khotbah untuk mengajak masyakat untuk lebih peduli terhadap lingkungaan.

Kesadaran akan pentingnya menjaga harmonisasi bagi umat katolik, menumbuhkan apa yang disebut Eco Pastural dan gerakan Kolekte sampah. Eco pastural adalah kebijakan Sinode Keuskupan Bogor yang mendorong gerakan pemilahan sampah dan pengolahan sampah dari gereja ke gereja. Demi  terwujudnya pertobatan ekologis melalui pendekatan ekologis integral.

Sedang kolekte berarti ‘‘mengumpulkan’’, kolekte adalah sebuah tradisi penduduk Israel mempersembahkan kepada tuhan hasil karya mereka. Tradisi inilah yang diteruskan pengikut kristus dari generasi ke generasi. Esensi dari gerakan kolekte sampah dijiwai oleh spirit kolekte, yaitu mensyukuri berkat tuhan yang diwujudkan dengan mempersembakan sampah sehingga nantinya dapat menjadi perpanjangan berkat Tuhan.

Perubahan pradigma memandang sampah yang semula dipandang menjijikkan serta dibuang begitu saja, menjadi sesuatu yang bernilai dan dapat menjadi berkat. Gerakan kolekte sampah menjadi salah satu bentuk kontribusi konkrit gereja-gereja katolik. Gerakan ini menjadi wujud nyata pertobatan ekologis dalam memperbaharui relasi dengan Allah, sesama manusia dan ciptaannya.

Dengan demikian sampah menjadi satu bentuk objek berharga yang disyukuri. Menjadi stimulus bagi masyarakat, komunitas dan agama lain untuk merangsang terciptanya pengelolahan sampah yang bersifat berkelanjutan dan regeneratif dalam meminimalisir dampak negatif proses produksi.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2