Apa itu EPR dan Mengapa Penting dalam Tata Kelola Sampah?

Apa itu  EPR dan Mengapa Penting dalam Tata Kelola Sampah?
Ketika peringatan tak berlaku bagi sampah-foto/Klikhijau
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Hampir semua orang menghasilkan sampah setiap harinya, terlebih lagi sampah kemasan. Menurut Ionvoka (2026) dalam World Bank Blogs, setiap hari rata-rata orang menghasilkan 0,88 kilogram sampah per hari.

Di Indonesia, menurut Kementerian Lingkungan Hidup (2026) dalam data SIPSN, total timbunan sampah adalah 34.168.455,06 ton (dengan komposisi sampah berdasarkan jenis terbanyak kedua setelah sampah rumah tangga adalah sampah plastik yaitu sebesar 20,21%).

Sampah kemasan plastik masih menjadi permasalahan lingkungan yang sulit dihindari. Masyarakat menggunakan berbagai produk sekali pakai yang dikemas dalam plastik, botol minum plastik, bungkus makanan, sachet kopi, mi instan, dan masih banyak lagi.

Saat ini, hampir semua barang kemasannya menggunakan plastik sekali pakai karena setelah isinya habis, kemasan tersebut langsung berubah menjadi sampah.

Lalu, apa yang terjadi pada kemasan setelah produk digunakan dan dibuang? Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Riset BRIN Muhammad Reza Cordova, masalah kemasan tidak pernah selesai di tempat sampah. Ia hanya berpindah dari ruang yang terlihat ke ruang yang kita abaikan, dan pada akhirnya kembali kepada kita dalam bentuk pencemaran lingkungan.

Namun,  siapa yang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan tersebut?

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Tim Redaksi

Artikel ini disusun oleh tim redaksi