Mendedah Fakta Masalah Lingkungan dalam Lagu “Tahun 2000”

Klikhijua.com – Lagu, seperti halnya puisi, bisa melampaui zamannya. Datang mengetuk untuk menelurkan pesan dan kesadaran. Lagu juga banyak memotret realitas yang ada atau memprediksi sesuatu yang...

Mendedah Fakta Masalah Lingkungan dalam Lagu “Tahun 2000”
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijua.com – Lagu, seperti halnya puisi, bisa melampaui zamannya. Datang mengetuk untuk menelurkan pesan dan kesadaran.

Lagu juga banyak memotret realitas yang ada atau memprediksi sesuatu yang akan tiba. Banyak lagu seperti itu, misalnya lagu kasidah yang pernah sangat populer, judulnya Tahun 2000. Lagu itu dibawakan oleh grup kasidah legendaris Nasida Ria

Dulu di kampung saya, Bulukumba banyak orang yang gentar dengan datangnya tahun 2000. Banyak mitos beredar mengenainya. Para tetua kampung  berpendapat akan banyak kejadian aneh bermunculan

Dalam lagu Tahun 2000 itu kejadian aneh banyak dimunculkan oleh penciptanya—sesuatu yang  dianggap mitos.

Apa yang termuat dalam lagu tersebut, sekarang ini bisa dirasakan dan dilihat secara kasa mata.  Simaklah lirik ini

tahun duaribu kerja serba mesin,
berjalan berlari menggunakan mesin
manusia tidur berkawan mesin,
makan dan minum dilayani mesin
sungguh mengagumkan tahun duaribu
namun demikian penuh tantangan

Sebelum tahun 2000, banyak pekerjaan yang masih dilakukan oleh tenaga manusia. Namun, perlahan tenaga manusia berganti dengan mesin. Inilah yang menyebabkan pengangguran semakin bertumpuk.

Penggunaan mesin untuk mengganti tenaga manusia, sepertinya akan terus berlanjut. Karena inovasi terus berjalan untuk menciptakan kemudahan bagi manusia itu sendiri dalam bekerja.

Dampak buruk bagi lingkungan

Namun, ada tantangan yang besar yang dibawa oleh inovasi yang serba mesin itu. Inovasi tersebut juga membawa dampak buruk bagi lingkungan yang mulai kita rasakan dampaknya sekarang ini ,

Dampak paling besar adalah pemanasan global, perubahan iklim—banyak ahli mengungkapkan jika perubahan iklim jauh lebih berbahaya dari pandemi Covid-19.

Tidak hanya itu, persoalan pangan juga jadi masalah, penyebabnya, khususnya di Indonesia yang menjadikan beras sebagai makanan pokok sederhana saja—sawah telah ditanami dengan beton. Perihal ini, lagu Tahun 2000 juga telah memuatnya

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2