Memelihara Banjir Kota Makassar

Klikhijau.com - Narasi ini adalah kegelisahan salah seorang warga Makassar yang selalu berjibaku dengan banjir setiap musim penghujan tiba. Bukan tahun ini saja banjir melanda Sulsel, khususnya di Mak...

Memelihara Banjir Kota Makassar
Bacakan Artikel

Banjir musiman ini menjadi bencana alam sudah datang silih berganti setiap tahunnya, sebab musababnya yang paling relevan— mudahnya perizinan pembangunan hotel, permukiman,  rumah sakit daal lain sebagainya.

Padahal pada setiap pembangunan, dibutuhkan komitmen dari pemilik kebijakan dalam melakukan pemulihan lingkungan hidup.  Entah untuk mengejar PAD atau apalah, yang jelas saya bukan pakar hukum lingkungan hidup untuk membeberkan terlalu mendalam.

Warga Makassar pada umumnya menyadari, tahun ini volume air hujan memang ekstrem. Padahal tahun-tahun sebelumnya terjadi bencana serupa. Namun paling terpenting adalah berkurangnya kantung-kantung air, sebagai tadah laju volume hujan tersebut, sehingga banjirnya melanda kota. Terkesan seperti memelihara bencana.

Nggak etis menyalahkan cuaca, ini sama artinya mengumpat Tuhan. Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan. Sebab ini fenomena alam tahunan yang pasti akan terjadi ketika musim hujan badai terjadi.

Banjir akan terus ada, sepanjang distribusi air hujan ke laut atau tanah tempat masuknya air tersumbat. Bagaimana bisa air terserap dalam tanah, kalau resapan air semuanya menjadi hotel, fasum serta permukiman yang tidak ramah lingkungan. Bencana banjir tahunan ini potret kualitas lingkungan di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar.

Solusi untuk mengurangi Dampak Pembangunan kota

Yah, setidaknya ada beberapa solusi untuk mengurangi dampak pembangunan kota:

  • Perencanaan Kota yang Berkelanjutan: Perencanaan kota yang berkelanjutan dapat membantu mengurangi dampak pembangunan kota terhadap lingkungan hidup.

  • Penggunaan Energi Terbarukan: Penggunaan energi terbarukan seperti energi surya dan energi angin dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

  • Pengelolaan Limbah yang Baik: Pengelolaan limbah yang baik dapat membantu mengurangi pencemaran air dan tanah.

  • Pengembangan Ruang Hijau: Pengembangan ruang hijau dapat membantu mengurangi suhu kota dan meningkatkan kualitas udara.

  • Penggunaan Teknologi Ramah Lingkungan: Penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti teknologi hijau dan teknologi bersih dapat membantu mengurangi dampak pembangunan kota terhadap lingkungan hidup.


Dengan demikian, pembangunan kota dapat dilakukan dengan cara yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Mudah-mudahan para gubernur, walikota, dan bupati di pemerintahan nanti saling bergandengan tangan, bergotong royong menyelesaikan permasalahan  banjir, sesuai janji-janji kampanye mendulang suara agar terpilih.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2