Memelihara Banjir Kota Makassar

Klikhijau.com - Narasi ini adalah kegelisahan salah seorang warga Makassar yang selalu berjibaku dengan banjir setiap musim penghujan tiba. Bukan tahun ini saja banjir melanda Sulsel, khususnya di Mak...

Memelihara Banjir Kota Makassar
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Narasi ini adalah kegelisahan salah seorang warga Makassar yang selalu berjibaku dengan banjir setiap musim penghujan tiba. Bukan tahun ini saja banjir melanda Sulsel, khususnya di Makassar. Bencana serupa pun terjadi di tahun sebelumnya. Kira-kira di mana letak kebenaran dan masalahnya. Apakah karena alih fungsi lahan sebagai penyebab atau ada faktor lain?

Alih fungsi lahan, khususnya di kota Makassar, diduga kuat menjadi penyebab bencana banjir ketika datang musim penghujan. Hilangnya bentangan sawah banyak ditimbun untuk pembangunan perumahan, hotel, rel kereta api, ring road dan sebagainya menghilangkan kantong-kantong air yang selama ini menjadi lumbung resapan limpahan air hujan.

Tidak hanya di Makassar, alih alih fungsi lahan persawahan secara besar-besaran juga terjadi di Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa. Kedua Kabupaten ini dahulunya begitu banyak kita jumpai lahah persawahan, kini kedua daerah ini disulap menjadi "Kawasan Elite". Pembangunan kawasan permukiman secara besar-besaran terjadi dalam sepuluh tahun terakhir.

Ironisnya, bentangan persawahan menjadi korban masifnya pembangunan permukiman melenyapkan hamparan persawahan yang selama ini menjadi penghidupan para petani di Kabupaten Maros, Gowa dan sekitarnya, pembangunan fasilitas umum juga turut andil sebagai penyebab tersumbatnya jalur air menuju laut.

Sepuluh tahun terakhir puluhan hektar persawahan dan rawa-rawa hilang berganti hutan beton. padahal kedua kabupaten tersebut (Gowa dan Maros) bisa dikatakan denyut nadi Kota Makassar. Jika keduanya bermasalah, maka wajah buruk akan menimpah Makassar.

Memang serba salah, jika tidak terjadi alih fungsi lahan, semisal kalau tidak membangun rumah mau tinggal di mana, kalau tidak membangun hotel mau pesta di mana, kalau tidak membangun rumah sakit mau berobatnya ke mana, kalau tidak ada bandara, terminal, stasiun kereta api kalau mau mudik sarananya bagaimana? Ini pertanyaan menggelitik, tapi juga perlu kebijakan bersama dalam menyikapinya.

Memang diakui di balik maraknya pembangunan di sebuah kota besar seperti Makassar ini berdampak terhadap lingkungan hidup. Pembangunan kota yang pesat dapat memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan hidup.

Dampak Pembangunan Kota terhadap Lingkungan Hidup

Dampak pembangunan kota terhadap lingkungan hidup, yakni menimbulkan pencemaran udara, pembangunan kota dapat meningkatkan emisi gas buang dari kendaraan bermotor dan industri, sehingga menyebabkan pencemaran udara.

Berikutnya pembangunan kota dapat meningkatkan limbah cair yang tidak diolah dengan baik, sehingga menyebabkan pencemaran air. Selain itu, pembangunan kota dapat menyebabkan penggundulan hutan untuk dijadikan lahan pembangunan, sehingga menyebabkan kehilangan biodiversitas. Pembangunan kota dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca, sehingga menyebabkan perubahan iklim.

Parahnya, pembangunan kota dapat menyebabkan kerusakan tanah akibat penggalian dan pembangunan infrastruktur. Pembangunan kota dapat menyebabkan pengurangan ruang terbuka hijau, sehingga menyebabkan penurunan kualitas udara dan peningkatan suhu kota.

Pembangunan kota dapat berpengaruh terhadap satwa liar, seperti kehilangan habitat dan penurunan populasi. Tak heran apabila diperumahan warga sering kita jumpai ular kobra, ular sanca, monyet, buaya serta satwa liar lainnya berkeliaran dalam rumah warga.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2