Matamu dan Sampah di Kepalaku

Matamu dan Sampah di Kepalaku   kantuk tiba di matamu sebagai hujan. hidupkan bunga kamboja di belakang rumah. aku suka memanen senyummu jelang tidur. segar, penuh aroma balas dendam. k...

Matamu dan Sampah di Kepalaku
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

tungku kayu menganggur sejak gas elpiji tiba di dapur di antar aturan, dan orang-orang menebang pohon demi pangan yang tumbuh dari jauh

Sept 2025

Menjaga Meja Makan


 

pagi ini hujan turun. kau tak perlu sirami bunga rindu di taman samping rumah. semua kembali basah, menumbuh jadi kehidupan

kita selalu alpa pada rasa syukur, akan udara pagi yang segar dalam segelas kopi

kau bisa berjalan jauh dalam terik, tapi air akan membayang setia di tenggerokanmu.

kini hujan tiba, tapi kau menarik doamu tentang pelangi. demi pejabat yang akan tiba di kampungmu sebagai dongeng

kabut dan hujan datang, dan resah biak di mata kantukmu setelah semalam begadang menjagai meja makan

Sept 2025

Matahari Bertamu


 

kau menyapu halaman dari serakan sampah yang di antar serakah. setelah pesta domino bubar. pikiranmu tak pernah bubar dari sibuk yang memanja

terkadang kita melihat mata orang lain. lalu tahu segala yang tumbuh di kepalanya. sementara cermin menganggur dalam kamar yang bohlamnya putus tiga pekan lampau.

suara musik dari tetangga membangunkanmu subuh tadi. kau ingin marah, tapi kantuk masih meraja di mata dan tubuh lemasmu

matahari pagi cepat tiba di kamarmu, setelah pohon beringin tua itu ditebang pak desa

Sept 2025

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2