Lelaki Pemancing Sampah

Lelaki Pemancing Sampah   Lelaki tua itu terus  memandangi sungai. Pancing di tangannya siaga. Dari jauh, lima gelas bekas kemasan air minum mengarah ke arahnya. Ia menatapi gelas bekas ke...

Lelaki Pemancing Sampah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Lelaki Pemancing Sampah


 

Lelaki tua itu terus  memandangi sungai. Pancing di tangannya siaga. Dari jauh, lima gelas bekas kemasan air minum mengarah ke arahnya.

Ia menatapi gelas bekas kemasan itu. Menyiapkan pancing. Begitu dekat, ia melemparkan pancingnya. Ia memancing sampah.

Sejak lima tahun lalu, tak ada lagi ikan di sungai itu. Sejak banyak pabrik, rumah makan, warkop, dan laundry berdiri di tepinya.

Ketika ikan telah punah di sungai itu. Hobi memancingnya tak memunah. Maka dia salurkan hobinya  dengan memancing sampah plastik.

Karenanya sekali seminggu dia akan membersihkan sungai dari eceng gondok. Agar sampah bisa sampai ke padanya, ke tempat dia duduk memancing.

Sampah plastik yang paling diburu dan dinanti adalah gelas bekas air kemasan. Ia mencari bekas bibir istrinya di gelas itu.

Istrinya, sejak lima tahun lalu, tepat ketika ikan menghilang dari sungai itu. Istrinya juga ikut menghilang. Tak ada yang paling diingat dari istrinya itu selain bibirnya.

Dan dia percaya, di salah satu gelas plastik yang dipancingnya, ia bisa menemukan bekas bibir istrinya.

Lima gelas kemasan air minum mineral itu semakin mendekat. Dua yang berhasil dipancingnya. Tiga lolos menuju laut.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2