Lelaki Pemancing Sampah

Lelaki Pemancing Sampah   Lelaki tua itu terus  memandangi sungai. Pancing di tangannya siaga. Dari jauh, lima gelas bekas kemasan air minum mengarah ke arahnya. Ia menatapi gelas bekas ke...

Lelaki Pemancing Sampah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Dia menilik gelas yang dipancingnya itu, wajahnya berubah bingung. Seekor ikan berbentuk bibir berenang di dalam gelas bekas itu.

Maret 2023

Dari Hulu Sungai


 

Dua minggu lalu, lima suara senso meraung-raung di hulu sunga Addungang. Matahari sedang terik saat itu. Panas mencuri semua keringat dalam tubuh.

Dodding menari gembira. Suara senso itu adalah penanda ikan bolu akan tersaji di atas meja. Sebagai orang terkuat dalam hal 'nyompo' (memikul)  kayu. Sudah pasti jatah nyompo akan jatuh ke pundaknya.

Kayu-kayu dari hulu itu akan disompo ke pinggir jalan. Lalu mobil truk datang mengangkatnya menuju jauh. Mungkin ke kota. Tapi Dodding tak pernah tahu ke kota mana. Pun itu bukan urusannya.

"Sebentar lagi kita akan makan ikan bolu, Anti," katanya ada istrinya.

"Bagaimana bisa?"

"Kamu dengar suara senso itu," jelasnya. Istrinya itu menajamkan pendengarannya. Suara senso bersahutan, mengalahkan ricik sungai Addungang di belakang rumahnya.

Dua hari lalu, hujan tak mereda-reda. Ikan bolu benar-benar tersaji di atas meja makan Dodding. Ia menikmatinya dengan lahap. Melupakan perih di punggungnya karena tergesek kayu yang dia sompo dari hulu sungai.

Pada suapannya yang ketuju, Dodding terperanjak, suara gemuruh di belakang rumahnya menghantam pendengarannya.

Dia dan istrinya beranjak serentak, memastikan apa yang terjadi.

Keduanya saling pandang, sungai Addungang meluap. Rumah panggungnya bergoyang hebat.

Lalu, tak ada suara selain suara gemuruh air

Maret 2023

Warna


 

Asap hitam mengepul dari penyulingan minyak daun cengkeh itu. Angin datang, asap itu mengepung kampung.

Warga hanya bisa melihat satu warna saja. Hitam. Tak ada lagi yang saling mengenali. Kecuali dari suara batuk-batuk mereka.

Satu-satunya orang yang bisa melihat semua warna, khususnya warna uang hanyalah Jamala, si pemilik penyulingan.

2023

Senapan Angin


 

Dua anak kecil berjalan di pematang sawah. Mereka menenteng senapan angin. Parang terselip di pinggang

"Saya akan membawakan mata bangau untuk adikku," ujar Salaha

"Saya akan membawakan kepala elang untuk bapakku," sahut Suhara.

Keduanya terus berjalan. Tak ada bangau, tak ada elang mereka temukan. Bangau dan elang telah lama punah. Tapi janji tak kenal kata punah.

Setelah seharian berburu, lelah menyergap keduanya. Kedua istirahat sebelum pulang.

"Bagaimaha dengan janji kita?" Tanya Sahala

Suhara berpikir. Sangat keras.

"Kau ambil mataku, saya ambil kepalamu," usul Suhara.

"Ide bagus," sahut Sahala.

Keduanya lalu mencabut parang masing-masing dari sarungnya.

Maret 2023

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2