Ketika Luhut Bicara Tentang Perang Melawan Sampah Plastik

Klikhijau.com – Sebagai penyumbang sampah plastik di laut terbesar kedua di dunia. Indonesia memang sudah sepantasnya membuat terobosan baru mengenai penanganan sampah plastik. Beruntunglah, meski...

Ketika Luhut Bicara Tentang Perang Melawan Sampah  Plastik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Sebagai penyumbang sampah plastik di laut terbesar kedua di dunia. Indonesia memang sudah sepantasnya membuat terobosan baru mengenai penanganan sampah plastik.

Beruntunglah, meski diserang wabah Corona, Indonesia tidak melupakan persoalan sampah plastik yang cukup pelik.

Perjuangan Indonesia mengatasi sampah plastik diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

"Indonesia berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan program pembangunan berkelanjutan. Juga untuk memerangi limbah plastik dan sudah menjadi salah satu agenda prioritas nasional kami," ungkap Luhut.

Pernyataan itu disampaikan Luhut saat memberi sambutan kuncinya dalam Radically Reducing Plastic Pollution: Digital Launch of Indonesia's Multi-Stakeholder Action Plan bersama Global Plastic Action Partnership di Jakarta, Rabu, 22 April 2020.

Memerangi sampah plastik di laut harus dilakukan secara terintegrasi dalam lingkup nasional, regional, dan global. Terutama melalui pengurangan sampah yang berasal dari aktivitas di darat.

Aturan memerangi sampah plastik sebenarnya tertuang dalam Perpres No 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga serta Perpres No 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut yang di dalamnya memuat Rencana Aksi Penanganan Sampah Plastik di Laut Tahun 2018-2025.

Rencana aksi itu tentu saja sejalan dengan bergabungnya Indonesia dengan Global Plastic Action Partnership, sebuah platform kolaborasi publik-swasta baru yang diluncurkan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) tahun lalu.

Beranggota 230 organisasi

Untuk memerangi dan menancapkan diri dalam tubuh Global Plastic Action Partnership. Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang meluncurkan Kemitraan Aksi Plastik Nasional Indonesia (NPAP).

“Melalui NPAP Indonesia, kami telah menciptakan platform untuk menyatukan pemikiran-pemikiran terbaik Indonesia untuk menghadapi polusi plastik bersama-sama, dari peneliti ke bisnis dan masyarakat sipil," ungkap Luhut.

NPAP Indonesia beranggotakan lebih dari 230 organisasi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Juga diisi komunitas bisnis dan investasi, masyarakat sipil dan kelompok advokasi pemuda, misi diplomatik asing, serta lembaga penelitian dan akademisi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2