Kenalkan! Ancaman Baru Burung Liar yang Bernama Fungisida

Klikhijau.com – Satwa burung selalu saja mendapat ancaman. Mirisnya, rerata ancaman itu datang dari ulah manusia. Ancaman paling umum adalah penangkapan untuk diperjual belikan atau sekadar untuk d...

Kenalkan! Ancaman Baru Burung Liar yang Bernama Fungisida
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Satwa burung selalu saja mendapat ancaman. Mirisnya, rerata ancaman itu datang dari ulah manusia.

Ancaman paling umum adalah penangkapan untuk diperjual belikan atau sekadar untuk dipelihara. Tidak sedikit pula yang menjadikan burung sebagai sasaran empuk target tembak menggunakan senapan angin.

Apa hanya itu? Rupanya tidak, ancaman lainnya adalah kehilangan habitat. Dan yang terbaru ditemukan oleh sebuah studi adalah fungisida, khususnya fungisida triazol.

Fungisida jenis ini banyak digunakan petani, sebab dinilai efektif mencegah serangan penyakit akibat jamur dalam bubidaya buah-buahan maupun sayuran.

Dalam beberapa kasus, zat ini juga digunakan untuk mengendalikan penyakit jamur pada manusia dan hewan.

Fungisida bekerja dengan berbagai cara—sebagian besar menargetkan proses biologis spesifik pada jamur yang dihambat atau dibunuhnya. Misalnya, beberapa zat ini mengganggu proses pembelahan sel jamur, sementara yang lain menghambat produksi protein penting jamur.

Meski efektif mengatasi serangan jamur sehingga dapat meningkatkan hasil panen. Namun, penggunaang fungisida ini menurut studi yang dipresentasikan pada Konferensi Centenary Society for Experimental Biology (SEB) menjadi ancaman bagi burung liar, khususnya yang hidup di kebun anggur. Mereka sangat rentan terhadap kontaminasi oleh fungisida triazol.

Para ahli menemukan bahwa paparan fungisida semacam itu pada tingkat yang realistis di lapangan dapat mengganggu hormon dan metabolisme burung. Hal tersebut dapat berdampak pada reproduksi dan kelangsungan hidup mereka.

“Kami menemukan bahwa burung dapat sangat terkontaminasi oleh triazol di kebun anggur,” kata pemimpin studi Frédéric Angelier, peneliti senior di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis .


“Kontaminasi ini jauh lebih tinggi di kebun anggur dibandingkan dengan tanaman lain, menekankan bahwa kontaminan terutama dapat membahayakan burung di agroekosistem spesifik ini.”

Sebelumnya memang telah banyak penelitian yang mengungkapkan adanya penurunan satwa liar yang disebabkan oleh berbagai industri pertanian. Hanya saja untuk  peran kebun anggur sebagai penyebab penurunan burung sebagian besar diabaikan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2