Keladi Tikus, Tumbuhan Liar yang Potensinya Mulai Dilirik BRIN

Klikhijau.com - Keladi tikus (Typhonium flagelliforme) merupakan tumbuhan herbal. Ia berasal dari dari famili Araceae dan  merupakan tanaman asli Indonesia. Tumbuhan ini menyukai tempat yang lembab...

Keladi Tikus, Tumbuhan Liar yang Potensinya Mulai Dilirik BRIN
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Keladi tikus (Typhonium flagelliforme) merupakan tumbuhan herbal. Ia berasal dari dari famili Araceae dan  merupakan tanaman asli Indonesia.

Tumbuhan ini menyukai tempat yang lembab. Ia mudah ditemukan sebab merupakan tumbuhan liar. Di alam, tumbuhan ini mudah pula dikenal, ia memiliki ciri khas berupa bunga unik.

Bentuk bunganya menyerupai ekor tikus. Kelopaknya berbentuk bulat lonjong. Warnanya  kekuningan, bertangkai dengan panjang panjangnya 4 hingga 8 cm.

Meski menjadi tumbuhan liar. Namun, ada potensi besar yang dikandung tumbuhan ini, khususnya dalam hal kesehatan. Sebab sejak dulu telah digunakan masyarakat sebagai obat tradisional.

Berbagai penelitian menyebutkan jika tumbuhan ini memiliki senyawa berupa flavonoid  alkaloid, saponin, steroid, terpenoid, dan glikosida.

Senyawa golongan flavonoid, alkaloid, dan terpenoid mempunyai aktivitas antikanker (Puspitasari et al., 2015).

Sementara itu, ekstraknya juga mengandung protein inaktivasi ribosom (RIP). Protein ini dapat memotong DNA sel kanker atau RNA, sehingga dapat merusak kanker tanpa mengganggu jaringan di sekitarnya.

Menurut Sukardi (2011), senyawa antioksidan yang terkandung dalam keladi tikus berpotensi mengurangi perkembangan tumor.

Hal menarik dari tumbuhan liar ini adalah seluruh bagiannya mengandung senyawa anti kanker, mulai dari akar, umbi, batang, maupun daun.

Lia dkk (2008) mengungkapkan jika tumbuhan ini  bermanfaat dalam mengobati kanker paru-paru dan payudara, hati, leukemia, usus, kelenjar prostat, dan leher rahim.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2