Keladi Tikus, Tumbuhan Liar yang Potensinya Mulai Dilirik BRIN

Klikhijau.com - Keladi tikus (Typhonium flagelliforme) merupakan tumbuhan herbal. Ia berasal dari dari famili Araceae dan  merupakan tanaman asli Indonesia. Tumbuhan ini menyukai tempat yang lembab...

Keladi Tikus, Tumbuhan Liar yang Potensinya Mulai Dilirik BRIN
Bacakan Artikel

Meski banyak manfaatnya, ada permasalahan yang dihadapi dalam pengembangannya sebagai bahan baku obat antikanker, yakni rendahnya keragaman genetik keladi tikus asal Indonesia karena perbanyakan klonal vegetatif secara konvensional.

Rendahnya keragaman genetik berakibat pada rendahnya diversitas kandungan senyawa bioaktif keladi tikus (Syahid, 2008).

Dilirik BRIN

Potensi keladi tikus sebagai obat, khususnya anti kanker juga dilirik oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dilansir dari laman BBRI, bahwa Peneliti Pusat Riset Rekayasa Genetika (PRRG) BRIN  Endah Dwi Hartuti mengatakan, keladi tikus diketahui memiliki potensi anti kanker. Namun eksplorasi tanaman tersebut dan kandungan metabolisme masih sangat terbatas.

"Fokus penelitian kami adalah inovasi peningkatan produktivitas tanaman keladi tikus, khususnya beta-sitosterol," kata Endah, di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong, Jumat 4 Agustus lalu.

Karena itulah, PRRG, Organisasi Hayati dan Lingkungan (ORHL) BRIN bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) menjalin kerja sama dalam inovasi teknologi peningkatan produksi beta-sitosterol pada tanaman ini.

Mode kerjasama itu ditandai dengan penandatangan kerja sama oleh Kepala PRRG BRIN Ratih Asmana Ningrum dengan Dekan FKIP UT Ucu Rahayu.

Endah menjelaskan, penelitian diawali dengan identifikasi gen terasosiasi dengan biosintesis beta-sitosterol, untuk dapat meningkatkan produktivitas beta-sitosterol dari tanaman keladi tikus.

"Penelitian kami selanjutnya akan mencoba untuk menganalisis ekspresi gen dari gen-gen target dari beberapa aksesi di keladi tikus yang ada di Indonesia," imbuh Endah.

Dirinya berharap, penelitian keladi tikus dapat memperoleh informasi genetik secara molekuler. Sehingga menjadi panduan para pemulia tanaman untuk memanfaatkannya.

"Informasi yang kami peroleh, sesi yang diketahui memiliki tingkat ekspresi gen tinggi dapat dilakukan pemuliaan, diperoleh galur-galur keladi tikus yang mengekspresikan produksi beta-sitosterol. Sehingga potensinya dapat dimanfaatkan luas oleh masyarakat," pungkasnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2