Dukungan Masyarakat, Kunci Penting Melestarikan Kura-kura Rote

Klikhijau.com - Kura-kura rote (Chelodina mccordi) tercatat sebagai salah satu kura-kura paling langka di dunia. Kelangkaannya itu dilaporkan oleh Turtle Conservation Coalition tahun 2018. Dari 32...

Dukungan Masyarakat, Kunci Penting Melestarikan Kura-kura Rote
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kura-kura rote (Chelodina mccordi) tercatat sebagai salah satu kura-kura paling langka di dunia. Kelangkaannya itu dilaporkan oleh Turtle Conservation Coalition tahun 2018.

Dari 32 spesies kura-kura yang ada di Indonesia. Kura-kura ini merupakan spesies satwa ikonik-endemik Pulau Rote. Ia tercatat pula sebagai satu-satunya dari genus Chelodina yang berada di luar dataran Papua-Australia

Saat ini kura-kura dari famili Chelidae ini  telah terdaftar sebagai satwa prioritas konservasi nasional melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 57/Menhut-II/2008 pada Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional.

Selain itu, spesies ini juga telah dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/2018. Sedangkan IUCN menetapkan status kura-kura rote (Chelodina mccordi) di Pulau Rote terancam punah (critically endangered).

Kura-kura ini dikenal juga dengan nama kura-kura leher ular Rote yang telah dimasukkan ke dalam daftar CITES.

Di dalam CITES, satwa dari ordo Testudines ini telah terdaftar dalam Appendix II (perdagangan dengan pembatasan kuota) sejak tahun 2005 dan penetapan perdagangan nol kuota untuk spesimen dari alam sejak tahun 2013.

Menjadi satu dari 25 spesies kura-kura paling terancam punah di dunia, status keterancamannya dikategorikan CR (PEW) atau Possibly Extinct in the Wild. Sejak tahun 2018,

Padahal keberadaan kura-kura ini memiliki penting bagi ekosistem. Karena ia memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan perairan dan danau. Caranya dengan memakan hewan mati di perairan tersebut, menyuburkan dan menambah kandungan nutrisi tanah melalui bekas sarang bertelur/telur yang gagal menetas, mengontrol populasi serangga agar vegetasi danau terjaga sehingga mengurangi penguapan air danau, serta mengontrol populasi katak dengan memakan kecebong.

Perkuat kolaborasi

Agar Kura-kura Rote tetap lestari, maka perlu memperkuat kolaborasi semua pihak. Hal inilah yang coba ditempuh Balai Besar KSDA NTT dan WCS-IP, mereka memperkuat komitmen kerjasama penguatan fungsi program pengembangan konservasi keanekaragaman hayati dan kawasan konservasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan Rencana Kerja Tahunan (RKT) periode kedua Tahun 2023 yang bertempat Bertempat di Kupang pada tanggal 1 April 2023 lalu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2