Deforestasi Menyeret Kota Pesisir ke Ujung Tanduk

Klikhijau.com – Kebebalan manusia yang enggan puasa melakukan deforestasi. Membawa dampak buruk (badai) yang tak terkira dalam jangka panjang. Memang sekilas aktivitas tersebut menguntungkan secara...

Deforestasi Menyeret  Kota Pesisir ke Ujung Tanduk
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kebebalan manusia yang enggan puasa melakukan deforestasi. Membawa dampak buruk (badai) yang tak terkira dalam jangka panjang.

Memang sekilas aktivitas tersebut menguntungkan secara ekonomi (oleh segelintir orang), tapi dampak  lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan sangat besar.

Deforestasi  adalah nama lain dari penggundulan hutan.  Jadi, merupakan kegiatan penebangan hutan atau tegakan pohon.

Lahan yang tadinya ditumbuhi pepohonan itu kemudian dialihfungsikan penggunaan nonhutan, misalnya peternakan, permukiman, hingga  pertanian dan perkebunan.

Ketika terjadi deforestasi ada satu daerah yang akan berdampak paling parah, yakni daerah atau kota-kota yang terletak di pesisir.

Fakta itu diungkapkan oleh sebuah studi baru  yang mengungkapkan bahwa  fenomena tersebut benar terjadi. Itu bisa dilihat di kota-kota pesisir Afrika Barat yang berkembang pesat.

Di Kota-kota pesisir itu, perubahan penggunaan lahan adalah kontributor utama iklim lokal dan cuaca ekstrem.

Badai peir meningkat

Di Afrika Barat, para peneliti menemukan bahwa frekuensi badai petir telah berlipat ganda selama 30 tahun terakhir, dan peningkatan ini sangat terkait dengan deforestasi.

Pembukaan vegetasi diketahui meningkatkan risiko tanah longsor dan banjir dengan menghilangkan penghalang alami pepohonan di Bumi.

Studi baru yang didanai oleh Dewan Riset Lingkungan Alam (NERC). Dan  dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Hasilnya menunjukkan hubungan yang sebelumnya diabaikan antara deforestasi dan badai yang juga meningkatkan risiko banjir.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2