Daeng Ina, Kue Ongol-ongol, dan Sejarahnya

Klikhijau.com – Daeng Ina datang ke rumah. Masih terlalu pagi. Ia membawa sesuatu—kue. Kue itu  dia taruh di dalam piring keramik putih bercorak biru. Daeng adalah panggilan Bugis-Makassar untuk or...

Daeng Ina, Kue Ongol-ongol, dan Sejarahnya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

“Sagu itu dibawa umminya Putri dari Luwu,” ujar Daeng Ina menerangkan daripada dia dapatkan sagu yang dibuatnya ongol-ongol itu. Putri adalah nama dari menantunya.

Selain sagu, ongol-ongol juga bisa dibuat menggunakan singkong parut, tepung tapioca. Namun, bahan yang populer adalah tepung sagu. Cara membuatnya mirip dengan cara membuat dodol.

“Sagu dituangi air hingga encer lalu dimasukkan ke wajan yang telah berisi gula merah cair. Setelah itu aduk terus menerus hingga matang. Jika dirasa masih terlalu padat, tak masalah tambahkan air,” beber Daeng Ina perihal cara membuat ongol-ongol.

[irp]

Satu lagi, saat memasak odol-odol ini, sebaiknya dengan api kecil saja dan agar rasanya lebih wangi, bisa ditambahkan dengan pewangi, semisal daun pandan wangi.

Setelah matang, ongol-ongol bisa dibentuk sesuai selera lalu masukkan ke dalam kelapa yang telah diparut. Pastikan semua bagian ongol-ongo tersaput kelapa parut. Langka selanjutnya adalah, selamat menikmati.

kue ongol-ongol termasuk kue tradisional yang mulai langka, tergeser oleh kehadiran kue modern yang kian membanjir.

Padahal kue basah ini, selain sehat karena terbuat dari bahan alami, yakni sagu dan gula merah jugaa dapat mengenyangkan.

Kue ongol-ongol paling pas dinikmati dengan ditemani segelas kopi atau teh.

[irp]

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2