PR Kita Bukan Menanti Siapa Presiden, Tapi Bagaimana Mengatasi Sampah Plastik di Laut?

Klikhijau.com - Kita semua tahu, sampah menjadi bahan yang diproduksi setiap hari. Mulai dari sampah rumahan hingga sampah perusahaan. Tetapi, ada yang paling sering kita jumpai di masyarakat umum, ya...

PR Kita Bukan Menanti Siapa Presiden, Tapi Bagaimana Mengatasi Sampah Plastik di Laut?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Kita semua tahu, sampah menjadi bahan yang diproduksi setiap hari. Mulai dari sampah rumahan hingga sampah perusahaan. Tetapi, ada yang paling sering kita jumpai di masyarakat umum, yakni sampah plastik.

Sampah plastik masih merajai produksi sampah. Hal ini sesuai data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun. Sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut.

Sementara kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik seperti yang pernah dimuat Kompas.com, 19 Agustus 2018 lalu.

Dari data itu saja, sudah membuktikan bahwa Indonesia memang penyumbang sampah plastik terbanyak. Wajar jika Jenna Jambeck, peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat menobatkan Indonesia sebagai peringkat ke dua penghasil sampah plastik di dunia  setelah Tiongkok oleh.

Sebagai masyarakat konsumtif plastik, harusnya kita bisa menanggulangi sampah plastik yang ada, khususnya sampah plastik di laut. Ada beberapa langkah untuk menanggulangi sampah di laut

Langkah agar sampah tak menumpuk di laut

Greenpeace.org membaginya dalam 10 langkah yang harus dilakukan, agar sampah tak menumpuk di laut. Yakni siapkan tas kain saat berbelanja, pantai habitat bagi mahluk hidup lain juga.

Jangan tinggalkan sampah di pantai, hindari minuman kemasan, beralih ke botol minuman (thumbler). Ingatkan keluarga dan teman untuk tidak meninggalkan popok bayi bekas di pantai, dalam perjalanan di atas kapal laut, jangan membuang sampah ke laut.

Hal lain yang dianjurkan Greenpeace.org adalah untuk yang merokok, jaga pantai dari puntung rokok, jadilah juru kampanye di lingkunganmu untuk melakukan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Desak pemerintah dan pengolah tempat wisata untuk memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik.

Desak produsen bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Pastikan sistem pengembalian dan penanganan, sampah dari konsumen kepada produsen dapat dimulai berjalan secara bertahap. Dan inisiasi gerakan bersih sungai dan bersih pantai secara berkala.

Kampanye sampah plastik terus digiatkan, bukan saja tahun ini, pada  tahun 2017, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di Nairobi, Kenya mendeklarasikan tentang resolusi sampah plastik dan mikroplastik di laut.

Negara – Negara sepakat dalam mencegah dan mengurangi polusi laut. Pengurangan plastik dan mikroplastik yang masuk ke laut secara signifikan yang akan dilakukan pada 2025.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2