Pilihan Terbaik bagi Semua Pihak, Membiarkan Satwa Liar pada Fitrahnya

Klikhijau.com โ€“ Satwa liar dikepung beragam ancaman. Ancaman yang diterimanya itu menyeret banyak di antara mereka terperosok ke jurang kepunahan dan kelangkaan. Ancaman yang paling marak adalah pe...

Pilihan Terbaik bagi Semua Pihak, Membiarkan Satwa Liar pada Fitrahnya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Satwa liar dikepung beragam ancaman. Ancaman yang diterimanya itu menyeret banyak di antara mereka terperosok ke jurang kepunahan dan kelangkaan.

Ancaman yang paling marak adalah perburuan, penangkapan, dan juga perdagangan baik legal maupun ilegal. Hal lain yang menjadi ancamannya adalah tergerusnya habitat mereka dan juga perubahan iklim.

Khusus perdagangan satwa liar, menurut Prof Ronny Rachman Noor, Guru Besar IPB University dari Fakultas Peternakan, Indonesia berada di pusaran perdagangan satwa liar dunia.

Pernyataan tersebut ย berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan Indonesia tercatat sebagai salah satu negara eksportir akbar produk satwa liar di dunia.

[irp]

Selain Indonesia, negara yang berada dalam pusaran perdagangan satwa liar adalah Honduras dan Jamaica. Negara lainnya adalah Italia, Prancis, dan juga Amerika.

Perdagangan satwa menurutย  Prof Ronny diduga kuat jadi penyebab utama kelangkaan dan kepunahan spesies. Tidak hanya itu,ย  tapi juga menjadi salah satu jalur penularan dan penyebaran penyakit ke berbagai belahan dunia.

Dalam jurnalย  Science, memperlihatkan ย pusat perdagangan satwa liar utama seperti mamalia, burung, hingga amfibi marak terjadi di wilayah pegunungan hutan hujan Amazon dan Andes, sub-Sahara Afrika, Asia Tenggara dan Australia.

3.000 spesies lain bakal diperdagangkan

Hal mengerikan dari hasil penelitian itu, karena di masa mendatangย  teridentifikasikan ada sekitar 3.000 spesies lain bakal diperdagangkan. Dan yang jadi korbannya adalah satwa liar dengan bulu cerah atau tanduk yang eksotis.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: