Pilihan Terbaik bagi Semua Pihak, Membiarkan Satwa Liar pada Fitrahnya

Klikhijau.com – Satwa liar dikepung beragam ancaman. Ancaman yang diterimanya itu menyeret banyak di antara mereka terperosok ke jurang kepunahan dan kelangkaan. Ancaman yang paling marak adalah pe...

Pilihan Terbaik bagi Semua Pihak, Membiarkan Satwa Liar pada Fitrahnya
Bacakan Artikel

Meski saat ini berbagai usaha telah dilakukan untuk mengatasinya, faktanya aktivitas perdagangan  satwa liar tetap marak, entah untuk dipelihara atau dikonsumsi.

Parahnya dalam hal memelihara satwa liar ini, sebagian besar pemeliharanya menjadikannya satu kebanggaan, bahkan menunjukkan status sosial yang kerap dipamerkan di media sosial mereka.

Karena salah satu penyebab maraknya perdagangan satwa liar adalah alasan ekonomi, maka menurut  Prof Ronny perjanjian antar negara perlu dimasukkan faktor ekonominya.

Sedangkan menurut aktivis pembela kesejahteraan hewan, Doni Herdaru cara terbaik untuk menjaga satwa liar adalah membiarkannya hidup di alam bebas, tidak mengurungnya.

Cara tersebut adalah bukti sayang kita kepada satwa liar dengan tidak merampas hak hidupnya di habitatnya sendiri. Sebab senyaman apa pun jika dalam sangkar, tidak akan ada apa-apanya dibanding jika bebas.

"Setiap satwa punya fungsi masing-masing dalam menjaga keseimbangan alam," katanya belum lama ini.

Akan mempengaruhi hidup manusia

Pendiri Yayasan Animal Defenders Indonesia itu juga mengatakan, dengan merenggut mereka, apalagi satwa yang dilindungi dari habitat dan memeliharanya di rumah. Dampak negatif tidak hanya dirasakan oleh satwa liar, tetapi akan mempengaruhi pula kehidupan manusia.

Misalnya, kata dia, owa di habitat hutan berperan dalam regenerasi hutan dengan cara menebar benih. Dia meminta semua lapisan masyarakat untuk berhenti memelihara hewan liar yang lebih cocok untuk bertahan hidup di alam liar.

“Kalau memelihara hewan yang bukan milik orang lain, rasanya tidak enak dan sejuk,” ujarnya. Memelihara hewan liar di tempat yang bukan habitat aslinya menimbulkan risiko yang berbahaya, jika salah satu memicu keganasan. naluri dan akhirnya membahayakan orang-orang di sekitar mereka. Jika yang terburuk terjadi, korban terakhir adalah hewan.

"Kalau ada kejadian tidak menyenangkan, ada kejadian hewan menyerang pemiliknya, hewan itu harus ditembak," katanya.

Sementara itu, pendiri Yayasan Natha Satwa Nusantara, Davina Veronica mengatakan, satwa liar memang seharusnya berada di alam bebas karena memiliki peran penting dalam keseimbangan bumi. Membiarkan satwa-satwa liar pada fitrahnya adalah pilihan terbaik untuk semua pihak.

"Pada akhirnya manusia yang akan menikmati manfaat keseimbangan bumi," tegas aktris dan aktivis pembela hak hidup dan kesejahteraan hewan tersebut.

Jadi, saatnya melepas satwa liar yang dipelihara ke habitatnya. Cara itu jauh lebih baik ketimbang mengurungnya di dalam kandang, meski dengan segala kemudahan dan kemewahannya.

Sumber:  https://dikti.kemdikbud.go.id/kabar-dikti/kampus-kita/pakar-ipb-university-indonesia-berada-di-pusaran-perdagangan-satwa-liar-dunia

https://jatim.antaranews.com/berita/618685/membiarkan-di-alam-bebas-cara-menyayangi-satwa-liar

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2