Mengatasi Ancaman Mikroplastik di Laut dengan Robot Ikan

oleh -7 kali dilihat
5 Fakta Terbaru Perihal Mikroplastik yang Menggegerkan Jagat Raya, Yuk Waspada!
Mikroplastik - Foto/News-medical-net

Klikhijau.com – Inovasi di bidang teknologi terus menanjak. Penciptaan robot hanyalah salah satu inovasi yang memungkinkan pekerjaan manusia lebih mudah.

Bukan hanya itu, robot memungkinkan pula melakukan pekerjaan yang rasanya mustahil dilakukan oleh manusia, misalnya “memakan” mikroplastik yang menyesaki lautan.

Mikroplastik adalah salah satu polusi yang meresahkan. Karena berbahaya bagi ikan dan biota laut lainnya. Polusi ini (mikroplastik) ketika bertemu dengan polutan lain, wujudnya bisa berubah, seperti belum lama ini ditemukan oleh peneliti tentang plastitar, yakni kombinasi antara mikroplastik dengan tar (baca di SINI).

Namun, bahaya itu sangat mungkin diatasi dengan rancangan robot ikan, yang disiapkan untuk “memakan” mikroplastik yang berada di sekitarnya.

KLIK INI:  Tentang Pari Manta, Spesies Ikan Pari Terbesar di Dunia

Saat ini para peneliti di Universitas Sichuan di Cina telah mengembangkan bukti konsep untuk ikan robot. Ikan robot ini dapat menyerap mikroplastik melalui tubuhnya.

“Sangat penting untuk mengembangkan robot yang secara akurat mengumpulkan dan mengambil sampel polutan mikroplastik yang merugikan dari lingkungan perairan,” kata Yuyan Wang rekan penulis studi dan peneliti Polymer Research Institute dari Universitas Sichuan.

“Sepengetahuan kami, ini adalah contoh pertama dari robot lunak semacam itu,” lanjutnya.

Ikan robot ini memiliki panjang sekitar setengah inci. Ia bisa ” berenang ” sendiri dengan bantuan cahaya.

Perkenalan akan robot tersebut dilakukan dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Nano Letters belum lama ini.

Pergerakan ikan robot pemakan mikroplastik itu, digerakkan oleh laser infra merah yang menyinari ekornya. Hal itulah yang menyebabkan bahan itu menekuk dan mengepak, yang kemudian mendorongnya ke depan.

KLIK INI:  Daftar Jenis Sampah yang Bisa Merusak Ekosistem Laut
Dapat mengumpulkan mikroplastik

Robot proof-of-concept ini memiliki kecepatan berenang maksimum 2,67 panjang tubuh per detik. Kecepatan itusebanding dengan plankton. Itu mewakili kinerja yang lebih baik dari sebagian besar robot lunak buatan.

Hal yang paling mengejutkan dari robot ini adalah saat berenang ia dapat mengumpulkan mikroplastik di dekatnya.

Robot ini terbuat dari bahan yang berinteraksi dengan logam berat, pewarna, dan antibiotik yang menempel pada mikroplastik.

Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan mikroplastik menempel pada tubuh ikan, sehingga pencemarannya di lautan bisa diatasi.

“Setelah robot mengumpulkan mikroplastik di dalam air, para peneliti selanjutnya dapat menganalisis komposisi dan toksisitas fisiologis mikroplastik,” kata Wang seperti dikutip dari Ecowatch.

Lebih banyak pekerjaan perlu dilakukan sebelum robot benar-benar berenang menyerap mikroplastik. Saat ini, ia hanya dapat berenang di permukaan air, tetapi para ilmuwan berharap dapat mengembangkan versi yang dapat menyelam ke kedalaman yang lebih dalam.

Menurut American Chemical Society penemuan itu bisa mengatasi beberapa kesulitan cara mengeluarkan mikroplastik dari laut, seperti mengeluarkannya dari celah-celah karang.

KLIK INI:  Berapa Lama Proses Fermentasi Eco-Enzyme Lalu Bisa Dipanen?

“Saya pikir nanoteknologi sangat menjanjikan untuk jejak adsorpsi, pengumpulan, dan deteksi polutan, meningkatkan efisiensi intervensi sekaligus mengurangi biaya operasi,” kata Wang kepada The Guardian.

Inspirasi robot

Apa yang menginsipari sehingga robot itu tercipta? Menurut BBC Science Focus Magazine bahan robot ini sebagian terinspirasi oleh alam.

Para peneliti mengambil inspirasi itu dari mutiara, bahan yang melapisi bagian dalam cangkang kerang. Mother-of-pearl, atau nacre, dibangun berlapis-lapis.

Para ilmuwan kemudian merancang robot dengan cara yang sama, sesuatu yang membuatnya cukup fleksibel untuk bergerak tetapi cukup kuat untuk bertahan.

American Chemical Society membocorkan bahwa cara membuat robot ini, pertama mereka membuat nanosheet molekul -siklodekstrin menjadi graphene tersulfonasi. Ini kemudian dimasukkan ke dalam campuran lateks poliuretan dan bahan akhir dibuat menggunakan pelapisan.

Hal yang unik lainnya dari robot ini, selain bisa berenang cepat dan “memakan” plastik, juga  dapat menyembuhkan dirinya sendiri dan tampil pada 89 persen dari kemampuan aslinya.

KLIK INI:  1 Kantong Teh Celup Dihuni Miliaran Mikroplastik, Benarkah?

Penemuan itu tentu menjadi kabar yang baik, khususnya dalam mengatasi mikroplastik yang banyak menghuni lautan dan membahayakan biota laut.

Meski begitu, melansir upi.edu, dengan luas lautan mencapai 361 juta km2 dan daratan 149 juta km2. Itu artinya luas lautan 71 % dan luas daratan 29 % dari luas permukaan bumi. Sehingga upaya menanangi mikroplastik di laut dengan robot ikan sangat mungkin hanya berdampak kecil.

Cara paling efektif mengatasi mikroplastik adalah berhenti membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik dan juga mengurangi konsumsi barang yang terbuat dari plastik.

KLIK INI:  Mengenal Plastitar, Polutan Baru yang Mengintai Lingkungan