Pertemuan Sekejap dengan Bunga White Buttercup

Klikhijau.com – Pertemuan dengan bunga White Buttercup sungguh tidak terduga. Saat itu Icha, yang mengendarai motor di depan saya tetiba berhenti. Saya yang mengikutinya dari belakang juga berhenti....

Pertemuan Sekejap dengan Bunga White Buttercup
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Pertemuan dengan bunga White Buttercup sungguh tidak terduga. Saat itu Icha, yang mengendarai motor di depan saya tetiba berhenti. Saya yang mengikutinya dari belakang juga berhenti.

“Kita bernaung dulu sambil menunggu mereka,” katanya begitu saya berhenti. Mereka yang Icha maksud adalah kakak saya beserta istrinya.

Icha berhenti tepat di depan kios kecil yang terlihat terbengkalai di pinggir jalan di Desa Tamaona, Bulukumba, Selasa pagi, 2 Januari 2024.

Ia lalu masuk bernaung dari hujan yang tidak terlalu deras bersama anak gadisnya yang baru menginjak dua tahunan itu.

Saya tidak berhenti di depan kios itu. Tapi melewati sekira dua meter. Berhenti di depan tanaman hias berbunga indah yang tumbuh di pinggir jalan. Di depan rumah warga.

Begitu motor berhenti dan dua ponakan yang saya bonceng turun. Saya melangkah perlahan ke arah tanaman dengan bunga berwarna putih itu.

Bunganya yang lebat dan indah telah memanggil-manggil saya untuk mendekatinya. Saya mengarahkan mata kamera gawai ke arahnya.

Tanaman hias itu, belakangan saya tahu bernama White Buttercup. Di Indonesia, namanya lebih dikenal dengan bunga pukul delapan. Ada juga yang menamainya lidah kucing.

Namun, pada jurnal-jurnal ilmiah, nama yang paling umum digunakan adalah Turnera subulata. Nama umum lainnya dikutip dari green cover initiative adalah Buttercup putih, Alder putih, Bunga politisi, Alder belerang, Turnera bermata gelap, Mawar bijak, Alder kuning, dan Buttercup kuning. Penyematan nama warna di belakang namanya merujuk kepada warna bunga tersebut.

[caption id="attachment_30168" align="aligncenter" width="650"] Bunga White Buttercup atau bunga pukul delapan-foto/Ist[/caption]

Memotret dengan cepat

Saya memotret tanaman itu dua atau tiga kali dengan cepat. Takut gawai saya basah kuyup, meski hujan tidak lagi sederas sebelumnya. Alasan lainnya, kami berniat melanjutkan perjalanan ke Bontomanai. Apalagi yang kami tunggu juga telah datang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2