Belajar dari Prancis dalam Mengatasi Sampah Organik

Klikhijau.com – Ada hal menarik dari Prancis awal tahun ini. Negara asal pemain bola, Kylan Mbappe itu telah menjalankan aturan untuk menekan volume sampah organik. Peraturan tersebut adalah 'kewaj...

Belajar dari Prancis dalam Mengatasi Sampah Organik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Ada hal menarik dari Prancis awal tahun ini. Negara asal pemain bola, Kylan Mbappe itu telah menjalankan aturan untuk menekan volume sampah organik.

Peraturan tersebut adalah 'kewajiban kompos'. Ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2024 lalu. Kewajiban kompos itu bukan hanya imbauan, tetapi diwajibkan.

Menurut LSM Zero Waste Europe, pada tahun 2018, hanya 34 persen dari total sampah organik di Uni Eropa yang berhasil dikumpulkan, sehingga menyisakan 40 juta ton nutrisi tanah potensial yang harus dibuang,

Sampah organik dari makanan dan kebun menyumbang hampir sepertiga sampah rumah tangga. Jika tercampur dengan sampah lain, biasanya sampah tersebut berakhir di tempat pembuangan sampah atau insinerator, yang menghasilkan gas rumah kaca yang memerangkap panas seperti metana dan CO2.

Jangan heran menurut Komisi Eropa, jika limbah makanan bertanggung jawab atas sekitar 16 persen total emisi sistem pangan UE.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, secara global, kehilangan dan limbah makanan menghasilkan sekitar 8 persen dari seluruh emisi yang disebabkan oleh aktivitas manusia setiap tahunnya.

Di Prancis sendiri diperkirakan 82 kg sampah kompos per orang dibuang setiap tahunnya. Karenanya dengan adanya aturan tersebut, maka sampah organik yang terbuang kelingkungan dan mencemarinya dapat berkurang.

Dilansir dari Euro news, program ini mendapat dukukang dari Dana Hijau Pemerintah Prancis. Peraturan ini membuat otoritas kota harus menyediakan cara bagi warga untuk memilah sampah organik, baik yang meliputi kulit sayur, sisa makanan, kulit sayur, makanan kadaluwarsa, dan sampah kebun.


Dengan adanya aturan itu, maka rumah tangga dan dunia usaha diharuskan membuang bahan organik. Tempat pembuangan sampah yang dipilih terserah saja, bisa di tempat sampah kecil khusus untuk pengumpulan di rumah atau di tempat pengumpulan kota.

Sebelumnya, hanya warga yang menghasilkan lebih dari lima ton sampah organik per tahun yang diwajibkan memilahnya.

Setelah terkumpul, ke manakah sampah itu dialirkan?  Sampah organik tersebut  selanjutnya diubah menjadi biogas. Jika tidak menjadi biogas, maka akan menjadi pupuk kompos. Tujuannya jelas untuk menggantikan pupuk kimia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2