Belajar dari Prancis dalam Mengatasi Sampah Organik

Klikhijau.com – Ada hal menarik dari Prancis awal tahun ini. Negara asal pemain bola, Kylan Mbappe itu telah menjalankan aturan untuk menekan volume sampah organik. Peraturan tersebut adalah 'kewaj...

Belajar dari Prancis dalam Mengatasi Sampah Organik
Bacakan Artikel

Dalam hal pengomposan ini, alternatifnya, warga bisa membuatnya di rumah. Langkah yang ditempuh oleh pemerintah daerah di Prancis untuk menyukseskan program ini adalah, mereka  mempunyai kewajiban   menyediakan sarana yang mudah bagi rumah tangga untuk membuat kompos atau memisahkan sampah organik.

Hanya saja, meskipun aturan telah diterapkan, tidak akan ada denda yang dikenakan jika tidak mematuhinya. Apakah di masa depan peraturan tersebut akan lebih ketat atau tidak belum ada jawaban pasti.

Wajah sampah organik di Indonesia

Bagaimana dengan sampah organik di Indonesia, khususnya sampah makanan. Dilansir dari databoks.katadata, Indonesia menghasilkan jutaan ton sampah makanan setiap tahun.

Sampah makanan yang dihasilkan itu mulai dari tahap produksi, distribusi, hingga konsumsi. Dalam laporan Kajian Food Loss and Waste di Indonesia (2021), hasil riset kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas dengan Waste4Change dan World Resource Institute mengungkapkan hal tersebut.

Pada paporan tersebut, sampah makanan dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu food loss dan food waste.

Food loss adalah pangan yang terbuang pada tahap produksi, pascapanen dan penyimpanan, serta pemrosesan dan pengemasan.

Sementara food waste adalah pangan yang terbuang pada tahap distribusi dan pemasaran, serta sisa konsumsi.

Untuk lebih jelasnya, berikut rincian kisaran volume sampah makanan Indonesia selama periode 2000-2019 berdasarkan kategori dan tahap rantai pasoknya:

Untuk food loss, pada tahap produksi jumlahnya 7 hingga12,3 juta ton pertahun. Pada pascapanen dan penyimpanan mencapai 6,1 hingga 9,9 juta ton pertahun. Sedangkan dalam pemrosesan dan pengemasan jumlahnya 1,1 hingga 1,8 juta ton pertahun.

Sedangkan untuk food waste, pada saat distribusi dan pemasaran jumlahnya mencapai 3,2 hingga 7,6 juta ton pertahunnya. Saat konsumsi mencapai 5 hingga 19 juta ton pertahun.

"Dari tahap konsumsi ini, diestimasi sebesar 80% food waste berasal dari rumah tangga, dan sisanya sebesar 20% berasal dari sektor non-rumah tangga," kata tim Bappenas dalam laporannya.

"Sebesar 44% dari food waste yang ada merupakan sisa makanan yang layak makan," lanjutnya.

Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi sampah organik, khususnya sampah makanan di Indonesia. Untuk hal tersebut, Bappenas telah menyusun strategi, yakni pengurangan sampah makanan di setiap tahap rantai pasok, mulai dari pelatihan untuk pekerja pangan, infrastruktur untuk efisiensi produksi dan distribusi pangan, sampai edukasi kepada konsumen.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah meniru apa yang dilakukan oleh Prancis, mewajibkan melakukan pengomposan. Karena jika tidak, maka sampah makanan (organik) dapat berakibat fatal yang menyebabkan masalah bagi lingkungan dan kesehatan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2