Persoalan Lingkungan Menjadi Ruang Belajar Mahasiswa

Persoalan Lingkungan Menjadi Ruang Belajar Mahasiswa
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UNM, Bahrul Amsal dan Alwi Usra Usman mendampingi mahasiswa ke tempat magang. - Foto: Andi Fitrah Maulana/Klikhijau.
Bacakan Artikel

Anis menekankan bahwa pendekatan tersebut bertumpu pada kolaborasi dan pelibatan multipihak.

โ€œSemua kegiatan kita itu semangatnya adalah kolaborasi, pelibatan multipihak. Karena di situlah kita belajar, belajar bertemu banyak orang, belajar mengonsolidasikan niatan yang berbeda,โ€ katanya.

Bagi mahasiswa, pengalaman itu menjadi kesempatan memahami bagaimana berbagai aktor dapat memiliki kepentingan dan cara pandang berbeda terhadap satu persoalan.

Pada tahap awal, penguatan kemampuan liputan menjadi salah satu fokus kegiatan mahasiswa.

KlikHijau tengah menggodok produksi liputan lingkungan pada semester ini. Mahasiswa akan diarahkan terlibat dalam proses perencanaan jurnalistik, memahami isu yang akan diliput, hingga mengembangkannya menjadi karya jurnalistik.

Bagi mahasiswa yang memiliki minat menulis, aktivitas tersebut menjadi ruang untuk mengasah kemampuan secara langsung.

Dosen pembimbing Bahrul sebelumnya melihat potensi Nur Adriani yang memiliki ketertarikan pada dunia penulisan. Ketertarikan tersebut dapat dikembangkan melalui aktivitas jurnalistik di KlikHijau, mulai dari observasi, pencarian informasi, wawancara, hingga pengolahan narasi.

Anis juga mendorong mahasiswa membangun kebiasaan mendokumentasikan pengalaman sejak hari pertama.

Ia menyarankan mahasiswa membuat jurnal pribadi selama menjalani program.

โ€œBeli buku catatan khusus, jurnaling selama magang. Dicatat tulisannya, apa yang dikerjakan. Kalau ada rasa-rasa yang kalian rasakan kurang nyaman, itu tulis saja di buku,โ€ ujarnya.

Catatan tersebut dapat menjadi bahan acuan evaluasi perkembangan pribadi sekaligus pintu masuk menuju penelitian.

Alwi berharap observasi mahasiswa sejak bulan pertama dapat berkembang menjadi riset-riset kecil pada bulan berikutnya. Temuan selama berada di KlikHijau bahkan dapat menjadi pijakan untuk menentukan topik tugas akhir atau skripsi.

โ€œUpayakan dari magang ini atau proyek kemanusiaan ini kemudian bisa hadir semacam riset untuk nanti membantu teman-teman ketika penyelesaian tugas akhir,โ€ kata Alwi.

Dengan begitu, 900 jam program MBKM tidak berhenti sebagai hitungan administratif. Waktu tersebut dapat menjadi proses mengumpulkan pengalaman, data, pertanyaan, dan refleksi yang kemudian berkembang menjadi pengetahuan.

Mahasiswa dapat menggunakan pengalaman tersebut untuk membaca bagaimana masyarakat merespons isu lingkungan, bagaimana organisasi membangun gerakan, bagaimana media membentuk percakapan publik, atau bagaimana sebuah program lingkungan diterima oleh komunitas.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: