Perihal Belalang Kecek dan 3 Mitos yang Menyertainya

Klikhijau.com - Saat berkunjung ke kebun untuk memetik cabe atau cabai. Saya mendengar suara yang sangat nyaring, mirip jangkrik berbunyi krik-krik. Persisnya suaranya susah untuk dituliskan. Suara...

Perihal Belalang Kecek dan 3 Mitos yang Menyertainya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Saat berkunjung ke kebun untuk memetik cabe atau cabai. Saya mendengar suara yang sangat nyaring, mirip jangkrik berbunyi krik-krik. Persisnya suaranya susah untuk dituliskan.

Suaranya mampu meremangkan bulu kuduk. Dulu kata nenek, jika mendengar suara seperti itu di malam hari, artinya ada arwah leluhur yang mengunjungi kita. Dan mau tak mau kita harus menyebut semua nama leluhur sampai suara itu berhenti berbunyi.

Jika menyebut salah satu nama leluhur, lalu suara itu berhenti, berarti arwah leluhur itulah yang mengunjungi kita dan harus didoakan.

Karena penasaran dengan sumber suara, saya mencari ke balik pohon. Dan tanpa sengaja saya menemukan serangga kecil berwarna hijau. Ternyata serangga inilah yang berbunyi sangat nyaring.

Sewaktu saya mencari di google lens tentang serangga ini, rupanya ia memiliki banyak nama, salah satunya adalah belalang kecek. Ia termasuk dalam ordo orthoptera.

Jika melihatnya sepintas lalu, sahabat hijau pasti menyangka serangga ini adalah belalang. Namun, sesungguhnya tidak seperti belalang biasa yang mudah ditemukan di area persawahan atau di kebun-kebun.

Belalang ini atau walang kecek agak sulit ditemukan, meski telah dicari. Ia hanya bisa ditemukan di hutan, pegunungan atau pedesaan.

Di Soppeng, khususnya di Kelurahan Cabeng, ketika saya bertanya pada penduduk setempat perihal nama belalang ini, mereka menamainya ancale bawi.

Sementara itu, di daerah Jawa Barat, serangga dari famili Tettigoniidae ini sering disebut cihcir atau caricangkas.

Perbedaan antara belalang atau walang kecek dengan belalang biasa memang sulit dibedakan. Namun tetap ada celah untuk membedakan keduanya, yakni belang biasa, umumnya memiliki antena yang lebih pendek dari tubuhnya, sedangkan walang kecek memiliki antena yang lebih panjang dari tubuhnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2