Perihal Belalang Kecek dan 3 Mitos yang Menyertainya

Klikhijau.com - Saat berkunjung ke kebun untuk memetik cabe atau cabai. Saya mendengar suara yang sangat nyaring, mirip jangkrik berbunyi krik-krik. Persisnya suaranya susah untuk dituliskan. Suara...

Perihal Belalang Kecek dan 3 Mitos yang Menyertainya
Bacakan Artikel

Perbedaan keduanya adalah belalang biasa ukuran kakinya lebih pendek, sedangkan belalang kecek, dua kaki belakangnya  memiliki ukuran yang lebih Panjang daripada kaki depan.

Penuh mitos

Belalang ini memiliki beragam mitos yang menyertainya. Nah, sahabat hijau berikut rangkumkan beberapa mitos yang beredar terkait dengan belalang kecek:

  • Jika belalang kecek masuk ke rumah di malam hari, artinya kesialan akan menimpa sang empunya rumah, untuk menolak bala itu jalan satu-satunya hanya dengan membunuhnya.


Yang ini jangan ditiru ya, sahabat hijau. Jika mitos ini tetap diyakini, bisa jadi suatu saat belalang kecek ini hanya akan tinggal nama

  • Belalang berukuran besar, dan sayapnya mirip dengan daun nangka ini dipercaya ada ruh (nenek moyang) kita yang bersedih karena bunyinya pada saat akan turun hujan berbarengan dengan hembusan angin

  • Jika mendengar bunyi walang kecek di malam hari, nama leluhur harus disebut satu persatu sampai ia berhenti berbunyi. Nah, nama terakhir yang disebut saat ia berhenti berbunyi harus didoakan oleh semua anggota keluarga.


Namun, selain dari mitos di atas, walang kecek diyakini mampu melatih burung kicau peliharaan agar cepat gacor. Pelatihan suara burung ini disebut dengan istilah mastering, biasanya menggunakan suara burung lain atau dengan suara jangkrik dan walang kerik.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2