Perihal 2 Ekor Burung Penyebab Warga Padang Pariaman Terjerat Hukum

Klikhijau.com - Dua ekor burung yang akan dijual oleh MP (31) jadi penyebab ia terjerat hukum. MP yang merupakan warga Padang Pariaman menjual burung melalui media sosial Facebook. Ia jualan burung...

Perihal 2 Ekor Burung Penyebab Warga Padang Pariaman Terjerat Hukum
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Dua ekor burung yang akan dijual oleh MP (31) jadi penyebab ia terjerat hukum. MP yang merupakan warga Padang Pariaman menjual burung melalui media sosial Facebook.

Ia jualan burung melalui facebook dengan keuntungannya cukup menjanjikan, yakni mencapai Rp300 ribu per ekornya.

Aksi jualan burung di media sosial telah dilakoni MP selama satu tahun terakhir. Beruntunglah aksi itu berakhir pada hari Jumat, 17 Juli 2020 ketika ia berhasil ditangkap oleh polisi yang menyamar menjadi pembeli burung yang dijualnya.

Burung yang akan dijual MP kepada polisi yang menyamar berupa burung tiong emas satu ekor dan nuri kalung ungu satu ekor.

Kedua burung tersebut dilindungi berdasarkan dilindungi UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Selain itu, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. 106 Tahun 2018 tentang Daftar Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Fakta dua burung tersebut

Berdasarkan data dari Conventional on International Trade Endangered Species (CITES), burung tiong emas marak diperdagangkan dalam jumlah besar, baik dalam skala domestik maupun internasional.

Masalahnya akan sangat fatal jika  dibiarkan tidak terkontrol. Karena akan memicu kepunahan spesies tiong emas itu sendiri.

Apalagi jumlahnya perlahan menipis karena  perburuan liar dan kurangnya penangkaran.  Burung ini tersebar di beberapa negara, di antaranya Cina, Malaysia, India, dan Indonesia.

Untuk di Indonesia sendiri tiong emas kerap dijumpai di hutan-hutan Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Jawa, dan Bali.

Burung ini diburu karena suaranya yang unik.  Ia bisa menirukan suara manusia karena selaput suaranya (syrinx) yang mirip dengan manusia. Ia dapat memiliki 3 sampai 13 tipe suara.

Burung jenis ini menyukai tinggal di atas pohon-pohon yang tinggi, hidup berpasangan dan kerap ditemui berkumpul dalam suatu kelompok.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2