Kepunahan Massal ke 6 Mengintai, PBB Rilis Cara Penyelamatan Bumi

Publish by -30 kali dilihat
Penulis: Redaksi
Kepunahan Massal Keenam Mengintai, PBB Rilis Cara Penyelamatan Bumi
Banyak ahli memprediksi kepunahan massal keenam akan tiba/foto-Ikons

Kepunahan massal keenam diperkirakan terjadi karena ulah manusia itu sendiri

Klikhijau.com – Wikipedia mencatat, lebih dari 97% spesies yang pernah hidup telah punah, tetapi kepunahan terjadi dengan laju yang berbeda-beda.

Berdasarkan catatan fosil, laju latar kepunahan di Bumi adalah sekitar dua sampai lima familia avertebrata dan vertebrata laut setiap juta tahun.

Fosil organisme laut sering digunakan untuk mengukur laju kepunahan karena catatannya yang lebih unggul dan mempunyai jangkauan stratigrafi yang lebih besar daripada organisme darat.

Kepunahan massal adalah peristiwa menurunnya keanekaragaman dan keberlimpahan kehidupan makroskopis secara tajam. Hal ini terjadi ketika laju kepunahan meningkat berbanding dengan laju spesiasi.

KLIK INI:  Tentang Sekolah Internasional, Gedungnya dari Bambu dan Nol Karbon

Kepunahan massal menurut catatan Mongabay telah terjadi selama 5 kali. Dan kepunahan massal keenam sedang berlangsung.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa kita telah memasuki periode keenam kepunahan sejak 2010. Emisi besar karbon dioksida dari bahan bakar fosil telah mempengaruhi kehidupan banyak tumbuhan dan hewan. Para ilmuwan memprediksi bahwa ini akan mempengaruhi banyak bentuk kehidupan di Bumi dalam tiga sampai empat dekade ke depan di Bumi.

Laju kepunahan massal keenam bisa saja dihindari. Hal ini telah dilakukan oleh PBB telah membuat rencana untuk menghindari peristiwa kepunahan massal keenam di Bumi.

Nationalgeographic mengabarkan jika UN Convention on Biological Diversity telah merilis rancangan proposal yang menjabarkan kerangka kerja untuk menangani masalah menurunnya populasi keanekaragaman hayati di Bumi.

Rancangan proposal ini bertujuan memberikan gambaran kepada pemerintah dan pembuat kebijakan mengenai 20 target yang harus dicapai satu dekade mendatang–mulai dari pengurangan emisi gas rumah kaca hingga meningkatkan jumlah kawasan lindung.

Diresmikan Oktober mendatang

Proposal tersebut dibuat sesuai penelitian ilmiah terbaru. Salah satu desakan dari rancangan ini adalah agar pemerintah memberikan status resmi ‘area dilindungi’ kepada sepertiga lautan dan daratan di dunia–atau sekitar 30% dari total wilayah–pada 2030.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga spesies Bumi dari perusakan habitat akibat penebangan liar, alih fungsi lahan hingga pembangunan infrastruktur. Diketahui bahwa saat ini hanya 15% daratan dan 3% lautan yang dilindungi.

KLIK INI:  Meningkatkan Perekonomian dengan Tidak Mengorbankan Lingkungan

Tidak hanya itu, rancangan ini juga menyerukan pengurangan pemakaian pestisida dan plastik setidaknya 50% untuk mengendalikan dan memberantas spesies invasif.

Pada tahun 2016 sebuah laporan WWF pada 2016 menemukan fakta bahwa populasi hewan vertebrata seperti mamalia, burung dan ikan, mengalami penurunan hampir 60% antara 1970 hingga 2012.

Pada tahun 2019 lalu, laporan PBB mengungkapkan bahwa antara 500 ribu-1 juta spesies sedang mengalami kepunahan akibat ulah manusia. Jumlah ini “puluhan hingga ratusan kali lebih tinggi daripada rata-rata, selama 10 juta tahun terakhir”.

Jika kepunahan massal keenam terjadi. Tentu akan menjadi kabar buruk yang mengkhawatirkan bagi manusia dan semua makhluk hidup yang menghuni Bumi ini.

Kepunahan massal keenam merupakan istilah yang digunakan beberapa ilmuwan untuk mendeksripsikan keruntuhan populasi flora dan fauna di seluruh dunia.

Kepunahan massal yang keenam, diperkirakan akan terjadi akibat aktivitas manusia. Menyebabkan puluhan ribu spesies terancam punah dengan skala yang lebih parah dari sebelumnya.

Rencana baru PBB untuk menyelamatkan bumi ini akan diresmikan pada Oktober 2020 di pertemuan puncak keanekaragaman hayati di Kunming, Tiongkok.

Oya, sudah ada lima kepunahan massal sebelumnya selama 500 juta tahun. Penyebabnya  tabrakan meteor, erupsi gunung berapi dan zaman es.

Dan semoga kepunahan massal keenam tidak pernah benar-benar terjadi.

KLIK INI:  Halawa, Sang Pembunuh Harimau Bunting yang Dihukum 3 Tahun Penjara
Editor: Idris Makkatutu
Sumber: Berbagai sumber

KLIK Pilihan!