Penutupan Taman Nasional, Cara Bijak Lindungi Kera Besar dari Covid-19

Klikhijau.com - Suasana mencekam masih menerjang. Entah kapan akan usai. Manusia dikepung cemas dan takut. Untungnya, dunia satwa masih bebas dari serbuan Covid-19. Jika saja terjadi, betapa merepotka...

Penutupan Taman Nasional, Cara Bijak Lindungi Kera Besar dari Covid-19
Bacakan Artikel

[irp]

Ada sebuah studi tahun 2008 menemukan bukti langsung penularan virus dari manusia ke kera liar. Mereka menyimpulkan bahwa penularan penyakit ini bisa memicu penurunan populasi. Pada studi tersebut, infeksi bukan disebabkan oleh COVID-19, tetapi keluarga virus

Nationalgeographic mengabarkan, jika saat ini, para ilmuwan telah menginfeksi monyet dengan virus corona baru (SARS-CoV-2) untuk mendapatkan pemahaman lebih tentang virus tersebut. Para peneliti dari Chinese Academy of Sciences Wuhan Institute of Virology menginfeksi monyet rhesus dengan SAR-CoV-2. Mereka menemukan bahwa mereka mengembangkan penyakit pernapasan yang ringan.

Meskipun tidak mengalami demam atau gejala serius, tapi paru-paru kera menunjukkan tanda-tanda pneumonia, sebanding dengan beberapa infeksi COVID-19 pada manusia. Gorila gunung, salah satu dari dua subspesies gorila timur dinilai sangat rentan

Meski beberapa beberapa virus, bakteri dan parasit beredar di antara kera besar tanpa menimbulkan masalah. Namun, beberapa di antaranya diketahui menimbulkan penyakit.

Banyak penelitian yang telah memperlihatkan bahwa simpanse bisa terinfeksi virus flu. Sedangkan virus ebola diduga telah membunuh ribuan simpanse dan gorilla di Afrika.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: