Pentingnya Menghidupkan Kembali "Makanan Marah" Demi Lingkungan

Klikhijau.com - Masih sangat basah di ingatan ultimatum ibu, "Jangan buang atau sisakan makananmu, nanti makanan marah!" Saya sering mendapatkan ultimatum itu sewaktu kecil. Dan kamu tahu, kata mar...

Pentingnya Menghidupkan Kembali "Makanan Marah" Demi Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Di Indonesia, setiap orang membuang sampah makanan sekitar 300 kg setiap tahun. Bayangkan berapa banyak yang terbuang kelingkungan jika dikalikan dengan seluruh rakyat negara tercinta ini!



  • Memboroskan sumber daya



Sumber daya alam jika tak dikelola dengan baik pun akan ludes.  Meski bahan makanan akan terus bertumbuh, tapi sumber daya pendukungnya akan semakin banyak, semisal air.

Ada sebuah fakta yang menarik, bahwa makanan  yang terbuang sebanyak 1,3 miliar ton per tahun di seluruh dunia itu, membutuhkan sekitar 1,132 miliar liter minyak bumi, luas area 9,7 juta hektar, dan  550 miliar meter kubik air untuk menghasilkan makanan yang terbuang tersebut.



  • Melahirkan bau busuk



Meski dikategorikan ke dalam jenis sampah organik yang mudah terurai. Bukan berarti sampah jenis ini lepas dari masalah.

Jika sampah ini menumpuk terlalu lama dan mulai membusuk, akan melahirkan aroma yang tak sedap.

Dampak ini tak hanya kurang baik bagi lingkungan, tapi juga bagi kesehatan. Karena akan melahirkan berbagai jenis penyakit, juga kualitas udara akan tercemar.



  • Perusak air dan lingkungan



Makanan dan air dua hal tak terpisahkan. Semakin banyak makanan, akan semakin banyak air pula yang dibutuhkan, mulai dari menanam, panen, mencuci hingga memasaknya.

Pada saat membusuk, sampah jenis ini akan mengeluarkan cairan berwarna pekat dengan bau yang busuk.

Cairan yang membusuk itulah yang akan mencemari air dan membawa dampak buruk pula pada lingkungan.

Belum lagi, banyak jenis makanan yang menggunakan zat kimia saat masa penanaman hingga masa panen.

Karena itulah, ada baiknya jika kita lebih bijak dalam hal menghargai makanan dengan menghabiskannya.

Untuk mengatasi itu, bisa ditempuh dengan istilah menarik yang beredar dalam masyarakat Makassar, yakni mubassor. Kata ini merupakan plesetan dari kata mubazir.

Mubassor sendiri berasal dari bahasa Makassar, yakni bassoro yang artinya kenyang. Kata mubassor bisa diartikan mengenyangkan diri dengan makanan.

Istilah mubassor kerap digunakan ketika ada makanan yang sangat sayang ketika dibuang. “Lebih baik mubassor dari pada mubazir—lebih baik kenyang daripada mubazir.

Pernyataan itu menandakan, jauh lebih baik kita kekenyangan daripada mubazir dengan membuang makanan yang masih layak dikonsumsi.

Dua hal itu, yakni makanan marah dan mobassor bisa jadi solusi untuk mengerem diri kita membuang sampah makanan ke lingkungan.

Selain dua cara tersebut, cara lain yang bisa ditempuh adalah berbagi. Banyak orang yang membutuhkan makanan, maka sangat bijak jika kita berbagi makanan agar tak mubazir dan membuatnya marah.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2