Pentingnya Menghidupkan Kembali "Makanan Marah" Demi Lingkungan

Klikhijau.com - Masih sangat basah di ingatan ultimatum ibu, "Jangan buang atau sisakan makananmu, nanti makanan marah!" Saya sering mendapatkan ultimatum itu sewaktu kecil. Dan kamu tahu, kata mar...

Pentingnya Menghidupkan Kembali "Makanan Marah" Demi Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Masih sangat basah di ingatan ultimatum ibu, "Jangan buang atau sisakan makananmu, nanti makanan marah!"

Saya sering mendapatkan ultimatum itu sewaktu kecil. Dan kamu tahu, kata marah bagi anak kecil sangatlah menakutkan.

Kamu bisa bayangkan bagaimana jadinya jika makanan marah,  tentu ia tak bisa lagi disentuh, akan mengamuk dan membuat kelaparan.

Namun, semakin tumbuh besar dan dewasa, semakin saya sadari disadari, banyak makna yang tersirat dalam ultimatum ibu tersebut.

Membuang makanan atau menyisakannya adalah bentuk pemborosan dan tak mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan.

Ultimatum itu rasanya memang perlu dihidupkan kembali, karena  membuang makanan atau tak menghabiskannya bukan hanya membuat makanan marah, tapi juga  bisa jadi sebuah bentuk kufur nikmat dan tak menghargai kerja keras orang yang menghadirkan makanan itu sendiri.

Dampak lain dari membuang makanan akan menunjukkan perilaku kita yang tak berpihak lingkungan. Sebab membuang makanan sisa akan berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau FAO pada tahun 2003 lalu mencatat jika  food waste alias makanan yang dibuang mencapai  angka 1,3 miliar ton per tahun di seluruh dunia.

Dan yang miris,  Indonesia menjadi negara penyumbang sampah makanan terbesar kedua di dunia. Bahkan sekitar 55 persen beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)  sampah berasal dari sisa-sisa makanan.

Lalu apa saja dampak membuang makanan bagi lingkungan, berikut ulasan singkatnya yang perlu diketahui, sehingga kita akan berpikir untuk menyisakan dan membuang makanan:



  •  Akan menghasilkan gas metana



Gas metana dapat memperburuk kondisi pemanasan global. Sialnya, makanan yang kita buang akan menjadi limbah. Dan limbah yang membusuk itu akan  melahirkan gas metana  yang memiliki dampak lebih buruk daripada yang ditimbulkan CO2 dalam hal pemanasan global. Itu artinya sampah jenis ini bisa memperburuk perubahan iklim dan menipiskan lapisan ozon.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2