Penelitian Terbaru Mengungkap, Gas Beracun Kian Kepung Ruang Udara Jakarta

Klikhijau.com - Transportasi darat yang keluar-masuk di Ibu Kota Jakarta selama ini diyakini sebagai sumber utama emisi yang memicu pencemaran udara. Namun sebuah penelitian baru menemukan bahwa su...

Penelitian Terbaru Mengungkap, Gas Beracun Kian Kepung Ruang Udara Jakarta
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Transportasi darat yang keluar-masuk di Ibu Kota Jakarta selama ini diyakini sebagai sumber utama emisi yang memicu pencemaran udara.

Namun sebuah penelitian baru menemukan bahwa sumber emisi tidak bergerak yaitu pembangkit listrik batubara, pabrik, dan fasilitas industri lainnya ternyata memberi sumbangan yang cukup signifikan terhadap beban polusi di kota Jakarta.

Dalam laporan terbaru yang diluncurkan oleh lembaga penelitian CREA (Centre for Research on Energy and Clean Air) terungkap adanya pencemaran udara lintas batas yang terjadi di ruang udara Jakarta, dari Banten dan Jawa Barat.

“Ruang udara” Jakarta - area di mana emisi memengaruhi kualitas udara - luasnya jauh melampaui batas administratifnya seperti Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, Puncak dan Cianjur. Bahkan meluas hingga Sumatera Selatan, Lampung, dan Jawa Tengah.

Kualitas udara Jakarta kritis

Emisi pencemar udara di Jakarta, dan juga di provinsi-provinsi sekitarnya, telah meningkat hingga  memperburuk kualitas udara dan menghambat upaya perbaikan kualitas udara itu sendiri.

Hal itu terlihat dari data sepanjang tahun 2018, pemantauan PM2.5 di Jakarta mencatat ada 101 hari dengan kualitas udara “tidak sehat” dan 172 hari pada tahun 2019.

Bahkan dengan COVID-19 sejak awal tahun 2020, kualitas udara di Jakarta tidak dapat dikatakan meningkat secara signifikan.

Citra satelit menunjukkan bahwa pembangkit listrik Suralaya di Banten beroperasi dan menghasilkan emisi seperti periode sebelumnya meski terjadi pembatasan akibat COVID-19.

Peneliti CREA menyebut, angin menjadi salah satu faktor yang membawa pencemaran pembangkit listrik Suralaya ke Jakarta.

Hal itu menyebabkan konsentrasi PM2.5 yang tetap tinggi di Jakarta kendati terjadi pengurangan besar-besaran dalam lalu lintas lokal dan aktivitas perkotaan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2