Pendidikan Lingkungan sebagai Upaya Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Klikhijau.com - Sustainable Development Goals (SDG’s) adalah kesepakatan internasional untuk pembangunan berkelanjutan berdasarkan hal asasi manusia dan kesetaraan. SDG’s memiliki prinsip universal...

Pendidikan Lingkungan sebagai Upaya Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati Indonesia
Bacakan Artikel
Mustari Tepu

Artikel terbaru dari Mustari Tepu (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia berperan penting dalam menciptakan keseimbangan ekosistem, memberikan nilai edukasi, melestarikan budaya, menopang pertumbuhan ekonomi, sumber penghidupan masyarakat lokal, dan menyediakan jasa lingkungan.

Namun, pengelolaan keanekaragaman hayati di Indonesia menghadapi tantangan berupa ancaman kehilangan keanekaragaman hayati yang disebabkan dari perubahan tata guna lahan dan laut; pemanfaatan secara tidak berkelanjutan; ketergantungan masyarakat di sekitar area bernilai keanekaragaman hayati tinggi; pencemaran lingkungan; jenis asing invasif; dan perubahan iklim.

[irp]

Berdasarkan data Badan Informasi Geospasial (BIG), luas hutan Indonesia pada 2022 mencapai 102,53 juta hektare (ha). Angka itu berkurang sekitar 1,33 juta ha atau turun 0,7% dibanding 2018. Selama 2018-2022, hutan yang hilang paling banyak berada di Pulau Kalimantan.

Dalam periode tersebut, pengurangan luas hutan di Kalimantan mencapai 526,81 ribu ha. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Sistem Terintegrasi Neraca Lingkungan dan Ekonomi Indonesia 2018-2022, luas hutan berkurang karena berbagai faktor, yaitu peristiwa alam, penebangan hutan, dan reklasifikasi area hutan.

Kerusakan ekosistem dan penurunan jumlah keanekaragaman hayati terus berlanjut. Sebagai contoh, kerusakan laut akibat aktivitas manusia telah menjadi permasalahan dunia. Menurut data dari Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), laut Indonesia memang dapat dikategorikan tercemar.

Pada tahun 2022 tercatat ada 398 juta ton sampah plastik yang mencemari laut Indonesia. Selain sampah plastik, TKN PSL mencatat berbagai jenis sampah lainnya yang mencemari laut, yaitu: Sisa Makanan: 45%, Kayu/Ranting/Daun: 13%, Kertas: 13%, Plastik: 10%, Logam: 10%, kain/Tekstil: 3%, Karet/Kulit: 2%, Kaca: 2% dan lainnya lainnya: 8%.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: