Peneliti Menjumpai Ancaman Degradasi Akut Pelestarian Bambu di Toraja

Klikhijau.com - Pelestarian bambu sangat penting, sebab sebagai salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), bambu memiliki banyak manfaat. Bambu memiliki serat kuat yang dapat mengimbangi kekuatan kayu...

Peneliti Menjumpai Ancaman Degradasi Akut Pelestarian Bambu di Toraja
Bacakan Artikel

“Bahkan, ada beberapa bagian bambu kami dirusak dan itu sudah kami sampaikan secara prosedur kepada pemerintah setempat maupun Dinas Kehutanan sebagai pemangku wilayah. Tapi penanganannya sebatas turun ke lapangan kemudian memverifikasi. Jadi, tidak ada follow up-nya, sehingga masyarakat itu tidak takut masuk dalam lahan.

Merry punya pengalaman buruk selama kurang lebih 3 tahun bertugas intensif di Toraja. “Ada beberapa orang yang tindakannya terlalu ekstrem merusak tanaman bambu. Sempat kami masukkan ke sel sebagai efek jera, tapi sekarang mulai lagi. Ada sih petugas, (dua) orang di sana tentu tidak mampu menangani lahan seluas 115 ha. Ada juga tambahan personil dari Dinas Kehutanan tapi tidak onside,” ucapnya sembari tertawa lepas.

Nilai ekonomi bambu semakin tinggi

Padahal, kata Merry, dengan berkebun bambu sebenarnya bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Karena harga rebung saat ini sudah mahal di pasaran. Selama ini pemanfaatan rebung semata-mata hanya sebagai konsumsi keluarga atau lokal saja. “Rebung itu sebagai bahan pangan ramah lingkungan sehingga kami sebisanya tidak menggunakan bahan kimia di dalam pertumbuhan," kata Merry.

Menurut Merry, dalam satu rumpun, rebung tumbuh sampai 36. Ini tidak mutlak menjadi batang semua. Jadi yang tidak diharapkan menjadi batang, dipanen untuk dikonsumsi.

"Sebenarnya masyarakat bisa melihat. Masyarakat sudah tahu mana rebung yang dapat di konsumsi dan mana yang tidak bisa. Karena ini tanaman warisan dari nenek moyang mereka. Beracun tidaknya  itu tergantung dari komposisi sianida di dalam rebung itu," jelas Merry.

Sejauh ini, Merry dan rekannya intens memberikan edukasi pada masyarakat. Seperti bagaimana memelihara bamboo yang sesungguhnya. Hanya saja masyarakat tidak ingin tahu karena masih mengharap dari alam.

“Sementara ketersediaan bambu di alam semakin tua dan habis sebagai kebutuhan. Terutama, karena mengambilnya sampai ribuan batang bambu. Untuk membangun 1 pondok saja dibutuhkan 25 batang bambu," sebut Merry.

Merry menegaskan, bila model pelestarian Bambu di Toraja tidak diperbaiki, dalam 5 sampai 10 tahun mendatang akan berkurang. Ini sangat mengkhawatirkan.

"Bambu akan meningkat nilainya setelah masyarakat mengetahui lebih jauh tentang bagaimana manfaatnya. Sejauh ini ini bambu bisa dipakai untuk konstruksi, makanan, meubel bahkan pakaian," Merry berseloroh.

Pengalaman Merry saat berkunjung di salah satu shop di China, di sana bambu sudah diolah sebagai pakaian dalam. “Bambu diolah jadi makanan. bahkan arang bambunya dimanfaakan sebagai obat yang berfungsi sebagai penyerap racun,” tuturnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2