Peneliti Menjumpai Ancaman Degradasi Akut Pelestarian Bambu di Toraja

Klikhijau.com - Pelestarian bambu sangat penting, sebab sebagai salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), bambu memiliki banyak manfaat. Bambu memiliki serat kuat yang dapat mengimbangi kekuatan kayu...

Peneliti Menjumpai Ancaman Degradasi Akut Pelestarian Bambu di Toraja
Bacakan Artikel

Riset Merryana Kiding Allo bersama rekannya menjumpai, satu rumpun bambu setiap tahunnya di Toraja hanya mampu memproduksi 16 (enam belas) batang.

โ€œBambu yang berumur 19-25 tahun maksimal hanya mampu tumbuh 16 batang saja. Bisa kita bayangkan pada suatu waktu Toraja akan menggunakan bambu dari luar. Sementara di Toraja sendiri sebenarnya bisa membudidayakannya.โ€ Jelas Merry, Rabu 4 Maret 2020.

"Padahal, manfaat bambu itu banyak. Mulai dari akar sampai daun berfungsi seluruhnya. Bukan hanya sebagai peredam suara, pereduksi polutan, ada banyak lagi manfaatnya," jelasnya.

Pantauan Merry juga menemukan bahwa ada tanda-tanda berkurangnya lahan bagi kelestarian bambu di Toraja. Diantaranya karena adanya pembangunan bandara.

[irp]

โ€œBahkan, ada beberapa bagian bambu kami dirusak dan itu sudah kami sampaikan secara prosedur kepada pemerintah setempat maupun Dinas Kehutanan sebagai pemangku wilayah. Tapi penanganannya sebatas turun ke lapangan kemudian memverifikasi. Jadi, tidak ada follow up-nya, sehingga masyarakat itu tidak takut masuk dalam lahan.

Merry punya pengalaman buruk selama kurang lebih 3 tahun bertugas intensif di Toraja. โ€œAda beberapa orang yang tindakannya terlalu ekstrem merusak tanaman bambu. Sempat kami masukkan ke sel sebagai efek jera, tapi sekarang mulai lagi. Ada sih petugas, (dua) orang di sana tentu tidak mampu menangani lahan seluas 115 ha. Ada juga tambahan personil dari Dinas Kehutanan tapi tidak onside,โ€ ucapnya sembari tertawa lepas.

Nilai ekonomi bambu semakin tinggi

Padahal, kata Merry, dengan berkebun bambu sebenarnya bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Karena harga rebung saat ini sudah mahal di pasaran. Selama ini pemanfaatan rebung semata-mata hanya sebagai konsumsi keluarga atau lokal saja. โ€œRebung itu sebagai bahan pangan ramah lingkungan sehingga kami sebisanya tidak menggunakan bahan kimia di dalam pertumbuhan," kata Merry.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: