P3E Suma KLHK Gelar Diskusi Peningkatan Kapasitas Kehumasan

Klikhijau.com – Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menggelar diskusi peningkatan kapasitas siaran pers dan publ...

P3E Suma KLHK Gelar Diskusi Peningkatan Kapasitas Kehumasan
Bacakan Artikel

Anis juga memberikan bayangan dalam dunia penulisan siaran pers,  agar bisa menulis dengan baik, perlu banyak membaca buku dan memperkuat perbendaharaan kata.

[caption id="attachment_18586" align="alignnone" width="640"]Anis kurniawan Narasumber, Anis Kurniawan, Penulis dan Direktur Klikhijau.com saat membahas mengenai penulisan siaran pers yang menarik - Foto/Ist[/caption]

Berbicara dan menulis dua sisi yang berbeda. Menulis melalui struktur dan frame, sedangkan berbicara memakai sistem lepas tapi terukur.

"Ada yang menarik dalam menulis, yakni susah mengakhiri. Nah, di sinilah peran kita memahami standar penulisan artikel," imbuhnya lagi.

Menurut Anis, Ada 5 hal utama yang perlu diperhatikan dalam penulisan siaran pers. Pertama, tulislah judul menarik. Kedua, pastikan tulisan berita kita telah memenuhi unsur 5W+1H. Ketiga, tempatkan kata kunci pada Judul di paragraf pertama. Keempat, ambil pernyataan kunci dari tokoh atau sumber kunci dalam pemberitaan. Lalu, perkuat informasi mengenai instansi atau lembaganya.

[irp]

Berbagi tips menulis

Selain lima hal tersebut, Anis menjelaskan mengenai 6 hal yang tak boleh disepelekan dalam penulisan siaran pers.

Pertama, pahami tanda baca, biasakan menulis kalimat pendek. Kedua, siapkan ukuran tulisan yang memadai, setidaknya minimal 400 untuk ukuran siaran pers dan 700 atau 1000  kata untuk tulisan yang lebih mendalam.

Ketiga, buat susunan paragraf yang ramping. Idealnya  dalam satu paragraf, bisa 2 (dua ) atau 3 (tiga) kalimat. Mengingat  pembaca tulisan kita dari segala segmen hingga kalangan milenial. Mereka butuh kecepatan, dinamis dan keakuratan penyampaian informasi.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: