Otentik, 6 Tanaman Ini Berhubungan Erat dengan Budaya Toraja

Klikhijau.com – Setiap daerah memiliki tanaman khas yang tumbuh lestari karena menjadi bagian dari budaya lokal. Kearifan lokal (local wisdom) dalam masyarakat membuat tanaman tersebut terjaga. Di Tan...

Otentik, 6 Tanaman Ini Berhubungan Erat dengan Budaya Toraja
Bacakan Artikel

Pohon aren (Arenga pinnata) tumbuh melimpah di banyak daerah di Sulawesi Selatan terutama di Toraja. Pohon aren tergolong tanaman multiguna, mulai dari akar, batang, daun, bunga hingga buahnya. Pohon aren berkaitan erat dengan budaya Toraja yakni air nira (ballo-tuak)  yang diperoleh dari tangkai bunga tanaman aren.

Setiap kali ada pesta perkawinan dan hajatan lainnya, minum ballo di Toraja seolah melengkapinya. Minuman beralkohol ini seolah menjadi bagian  penting dari setiap pesta. Itulah sebabnya, air nira di Toraja lebih banyak dikonsumsi ketimbang diolah menjadi gula aren.



  1. Kopi



[caption id="attachment_3092" align="alignnone" width="650"]Warga Uluway, Tana Toraja Wajib Tanam Minimal 100 Bibit Kopi Jika Ingin Menikah Ilustrasi memetik kopi/foto- kopichannel.blogspot.com[/caption]

Bila berkunjung ke Toraja, Anda akan selalu disuguhi kopi Toraja. Ada dua jenis kopi di Toraja yakni kopi arabika dan kopi robusta. Pohon kopi di Toraja sudah berkembang sejak lama, jauh sebelum harga kopi melambung tinggi seperti sekarang. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan orang Toraja menyeruput kopi dalam suasana daerahnya yang memang dingin.

Minum kopi di Toraja telah menjadi bagian dari pergaulan. Tak ada perjamuan tanpa kopi. Makanya dikenal istilah “denreka kopi?” (adakah kopi?). Merek kopi Toraja saat ini bahkan sudah mendunia, sedangkan pelestariannya terjaga karena menjadi bagian dari budaya lokal.



  1. Sengon



[caption id="attachment_4746" align="alignnone" width="650"]Kayu Sengon, Andalan Baru Masyarakat Pulang Pisau Bibit kayu sengon/foto-ist[/caption]

Nama latinnya Albizia shinensis, kayu sengon bagi masyarakat Toraja lebih akrab disebut ‘kayu solo’ untuk jenis yang berwarna merah. Sedangkan untuk jenis yang berwarna putih dinamai ‘kayu belanda’.

Kayu satu ini digunakan masyarakat Toraja pada bangunan lumbung padi yang berjejer di halaman rumah tinggal. Sengon warna merah digunakan sebagai tulang penyangga bangunan dan yang berwarna putih digunakan sebagai dinding karena struktur kayunya yang lembek.

Masyarakat Toraja memanfaatkan kayu sengon karena tidak dimakan bubuk sehingga dapat tahan lama.


  1. Cemara gunung


[caption id="attachment_13422" align="alignnone" width="448"]cemara gunung di Toraja Kayu cemara gunung-Foto/IndonesiaEagle[/caption]

Bila melintas dari Kota Makale menuju kota Rantepao Anda akan menjumpai pemandangan pohon cemara di kiri kanan jalan. Di Toraja, jenis pohon cemara gunung (Casuarina junghuniana) dijadikan pohon multiguna. Selain sebagai kayu bakar juga dijadikan pohon pelindung yang memiliki kualitas energi tinggi.

Masyarakat Toraja memanfaatkannya saat upacara pesta adat yang membutuhkan banyak kegiatan masak-memasak. Cemara gunung dapat tumbuh tinggi mencapai 30 meter dan tidak mengganggu tanaman lain di sekitarnya. Kayunya juga dimanfaatkan untuk konstruksi tulang bangunan pada rumah-rumah panggung di Toraja.

Ini hanya sebagian dari tanaman yang lestari di Toraja karena berkaitan dengan budaya dan tradisi di sana. Selain ini tentu masih banyak lagi, semoga tetap lestari!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2