Nasib Badak Jawa, Pindah “Rumah” untuk Lestari

oleh -76 kali dilihat
Populasi Badak Jawa Terus Membaik di Ujung Kulon
Badak Jawa/foto-Cnn

Klikhijau.com – Dalam waktu 50 tahun. Badak Jawa diprediksi akan punah. Artinya satwa endemik dan kebanggaan Indonesia itu akan tinggal kenangan.

Satwa bernama ilmiah Rhinoceros sondaicus tersebut memiliki habitat terbatas. Hanya dapat ditemukan di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Populasinya saat ini sangat kecil. Pada tahun 2024 dilaporkan jumlahnya kurang dari 100 ekor.

Kajian ilmiah menunjukkan Badak Jawa menghadapi risiko tinggi dengan keterbatasan daya dukung habitat, rendahnya keragaman genetik, serta tingkat inbreeding mencapai 58,5 persen.

Bahkan tanpa intervensi  nyata, Population Viability Analysis (PVA) memprediksi spesies ini bisa punah dalam waktu kurang dari 50 tahun saja.

KLIK INI:  Di Tangan Ilmuwan, Bioplastik Bersalin Wajah jadi Pupuk

Karenanya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat komitmen pelestarian satwa ikonik Badak Jawa dengan melaksanakan program translokasi dari Taman Nasional Ujung Kulon menuju Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA).

Langkah ini adalah jalan ninja yang menjadi strategi prioritas nasional untuk mengurangi ancaman kepunahan spesies yang kini hanya tersisa di habitat tunggal tersebut.

Translokasi dilakukan untuk membentuk populasi kedua, memperbaiki keragaman genetik, serta menjamin keberlanjutan spesies melalui manajemen berbasis teknologi modern seperti Assisted Reproductive Technology (ART) dan biobanking.

KLIK INI:  Manusia Dikepung Ancaman Demensia karena Polusi Udara

Program ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan lembaga konservasi nasional maupun internasional.

“Ini bukan sekadar memindahkan badak, tetapi usaha kolektif menyelamatkan masa depan spesies yang sudah di ambang kepunahan. Sinergi pemerintah, akademisi, lembaga konservasi, dan masyarakat menjadi kunci,” urai Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar Siddiq

Pemerintah menargetkan pada 2029 populasi kedua Badak Jawa telah terbentuk, sebagai bukti nyata komitmen Indonesia menjaga satwa ikonik dunia. Sehingga satwa Badak Jawa tetap lestari, jauh dari kepunahan dan terhindar dari hanya tinggal kenangan.

KLIK INI:  KLHK Beri KHDTK untuk Universitas Lancang Kuning Riau