Nasi Kuning, Kuliner Pelengkap Ritual yang Semakin Merakyat

Klikhijau.com – Nasi kuning hanyalah satu dari sekian banyak kuliner khas Indonesia. Dinamai demikian karena memiliki warna kuning. Menariknya, pewarna yang digunakan merupakan warna yang dihasilka...

Nasi Kuning, Kuliner Pelengkap Ritual  yang Semakin Merakyat
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Nasi kuning hanyalah satu dari sekian banyak kuliner khas Indonesia. Dinamai demikian karena memiliki warna kuning.

Menariknya, pewarna yang digunakan merupakan warna yang dihasilkan dari kunyit. Jadi, bahan pewarnanya bebas dari bahan kimia dan sangat ramah lingkungan.

Bagi masyarakat Indonesia, jenis kuliner ini memang tidak asing bahkan boleh dibilang cukup merakyat.

Keberadaannya bisa ditemukan di mana saja. Harganya pun terjangkau. Pada umumnya nasi jenis ini, khususnya di daerah perkotaan kerap dijadikan sebagai sarapan pagi yang banyak dijual di pinggir jalan.

Satu bungkus nasi kuning memang mampu mengenyangkan, sebab konsumen atau pembeli akan mendapat beragam lauk yang menyertainya, di antaranya sayur, ayam, telur, abon, tempe, tahu, mie dan sebagainya. Tergantung selera konsumen dan yang disiapkan para penjualnya.

Karena biasanya setiap penjual berbeda menu yang disiapkan. Nasi kuning ini bisa pula jadi penyelamat tengah malam ketika lapar.

Selain ramai dijual pada pagi hari, nasi ini telah jadi “andalan” bagi yang beraktivitas malam. Sebab banyak penjual yang buka ketika malam telah menua.

Nasi kuning bukan sekadar makanan sarapan pagi atau tengah malam. Namun, memiliki peran yang jauh lebih besar dari sekadar pengisi perut. Sebab nasi jenis ini telah menjadi pelengkap ritual dalam upacara adat di beberapa daerah di Indonesia.

Warna penuh filosofi

Bahkan warna kuningnya tidak sekadar diciptakan begitu saja. Namun, penh pula dengan filosofi. Warna kuning diidentikkan atau dilambangkan dengan emas.

Warna emas itu disisipi berbagai harapan, di antaranya  membawa banyak berkah dan diberi kemakmuran hidup karena harta yang melimpah.

Dalam kebudayaan Jawa, nasi kuning tidak bisa lepas dari rasa syukur. Biasanya nasi ini akan dibentuk seperti gunung, yang kita kenal dengan nama tumpeng.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2