Mewaspadai Dampak Sinar Biru yang Dapat Menyebabkan Penuaan Dini

Klikhijau.com – Sinar biru mulai tak terpisah dari kehidupan manusia modern. Apalagi setelah gawai (gadget) ditemukan dan jadi kebutuhan—manusia menjadi tak terpisah darinya. Penggunaan gawai dari...

Mewaspadai Dampak Sinar Biru yang Dapat Menyebabkan Penuaan Dini
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Sinar biru mulai tak terpisah dari kehidupan manusia modern. Apalagi setelah gawai (gadget) ditemukan dan jadi kebutuhan—manusia menjadi tak terpisah darinya.

Penggunaan gawai dari tahun ke tahun terus mengalami penanjakan. Itu terbukti pada tahun 1990 hanya dipakai 3 juta orang dan menanjak menjadi 2,2 miliar pada tahun 2011.

Sinar biru atau blue light (BL) tak hanya terdapat pada gawai saja, tetapi sinar ini dipancarkan dari layar perangkat digital seperti televisi,  laptop, PC, tablet, smartphone dan perangkat gadget lainnya.

Pada awalnya sinar ini tercipta sebagai sinar buatan untuk menerangi layar perangkat elektronik yang kita gunakan.

Untuk televisi dan computer sendiri, sinar biru yang dipancarkan mempunyai panjang gelombang 400 hingga 440 nm. Pada spektrum sinar, ini  masih dapat diterima oleh mata.

Namun, jika berlebihan akan menyebabkan kerusakan mata dikarenakan radikal bebas yang dilepaskannya. Foto-reseptor pada retina cukup rentan terhadap cedera dari cahaya, khususnya sinar biru,  dan dapat terjadi cedera fotokimia pada retina.

Eunike D. Toar dkk (2013) mengungkapkan, risiko kerusakan pada mata dapat terjadi, namun tergantung dari panjang gelombang cahaya, intensitas, serta durasi paparannya.

Tidak hanya merusak retina saja, paparan sinar biru juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan di antaranya rabun jauh pada anak-anak. Sinar biru dapat mempengaruhi kesehatan kornea, retina, dan lensa.

Dampak sinar ini pada kornea sinar, dapat menyebabkan kerusakan sel epitel melalui peningkatan produksi ROS atau Reactive Oxigen Specie pada epitel kornea. Selanjutnya akan terjadi kerusakan akibat reaksi apoptosis dan oksidatif yang memicu peradangan dan terjadinya Xeropthalmia atau yang dikenal dengan  dry eye, yakni mata kering.

Husnun Amalia, 2019 mengatakan, paparan sinar biru pada malam hari akan menstimulasi otak. Hal itu menyebabkan terjadi hambatan pada sekresi melatonin. Kemudian akan meningkatkan produksi kortikosteroid, setelahnya terjadi gangguan sekresi hormon dan secara langsung akan mempengaruhi kualitas tidur.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2