Merespons Keresahan Midori tentang Pembalut dalam Norwegian Wods

Klikhijau.com – Perempuan yang telah memasuki usia akil balig, tak bisa lagi dipisahkan dari pembalut. Ada siklus alami yang mengharus perempuan berkawan setia dengan pembalut setiap bulan, yakni m...

Merespons Keresahan Midori tentang Pembalut dalam Norwegian Wods
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Perempuan yang telah memasuki usia akil balig, tak bisa lagi dipisahkan dari pembalut.

Ada siklus alami yang mengharus perempuan berkawan setia dengan pembalut setiap bulan, yakni menstruasi.

Maka tidaklah mengagetkan jika penggunaannya sangat tinggi. Sebab telah menjadi kebutuhan maha penting bagi perempuan.

Berkat pembalut pula, perempuan yang sedang menstrusai bisa tetap beraktivitas, tidak harus mengurung diri dalam rumah.

Namun, meski memberi manfaat yang baik bagi si perempuan,  pembalut sekali pakai juga memberi kabar buruk bagi lingkungan.

Dengan jumlah konsumsi yang tinggi, tapi tidak disertai dengan pengelolaan yang biak telah menjadi masalah tersendiri. Apalagi bahan yang dipakai adalah salah satu bahan yang sulit terurai dan jadi bahan pencemaran udara karena mengandung zat metana.

Keresahan tentang pembalut ini, telah berlangsung lama dan bisa ditemukan di mana-mana, bahkan dalam novel karya Haruki Murakami yang berjudul Norwegian Wood pun ada pembahasan singkat mengenai pembalut.

Tokoh yang mengungkapkan keresahannya adalah Kobayashi Midori, seorang perempuan yang mencoba mengkalkulasi jumlah pembalut di sekolahnya dulu, yang merupakan sekolah khusus putri

“Watanabe, kamu tahu asap apa itu?” tiba-tiba midori berkata

“Tidak tahu,” jawabku

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2