Perihal Gas Rumah Kaca, Sumber, dan Cara Mengurangi Efeknya

oleh -42 kali dilihat
Polusi udara mengancam kebahagian
Polusi udara mengancam kebahagian/ foto-nusantaranews.co

Klikhijau.com –  Gas Rumah Kaca (GRK) seyogianya adalah hasil campur tangan manusia. Banyak kegiatan manusia yang bisa melahirkan gas rumah kaca.

GRK telah berlangsung cukup lama. Namun, pada tahun 1950-an meningkat tajam. Karena di tahun tersebut dunia industri mulai menggeliat. Maka yang terjadi emisi gas CO2 juga meningkat secara drastis.

Peningkatan tersebut diperparah dengan berbanding lurus dengan konsumsi energi.  Apalagi saat ini, aktivitas menusia membuat gas rumah kaca semakin tak terkendali.

Di sekeliling kita, banyak hal yang menghasilkan gas rumah kaca tanpa kita sadari,  misalnya membuang sisa makanan, penggunaan energi listrik, penggunaan kendaraan bermotor, pembakaran, dan tentu saja adanya ketidakstabilan Iklim serta  peternakan karena kotoran hewan dapat menghasilkan gas metana.

KLIK INI:  Pertama di Indonesia, Pelaku Illegal Logging Disidang Online

Sebenarnya, efek GRK tetaplah dibutuhkan. Karena dapat menjaga suhu bumi.  Keberadaannya membuat  adanya perbedaan suhu antara siang dan malam tak terlalu besar.

Hanya saja, jika berlebihan maka efeknya bisa sangat fatal. Menjadi pemicu pemanasan global yang memiliki ancaman yang sangat serius bagi keberlangsungan kehidupan di dunia ini.

Berbagai jenis GRK

GRK memiliki banyak jenis, yang jika berlebihan bisa melahirkan dampak yang berbahaya.

Hal pertama dan paling banyak menimbulkan GRK adalah uap air yang mencapai atmosfer dikarenakan penguapan air. Baik air dari danau, laut maupun sungai.

Uap air ini terjadi GRK yang sudah ada dan timbul secara alamiah. Ia menjadi  alah satu gas yang bertanggung jawab dalam menimbulkan efek rumah kaca.

Hal itu disebabkan konsentrasi jumlahnya yang banyak dan selalu berfluktuasi secara regional. Kenaikan uap air juga tak bisa lepas dari aktivitas manusia.

Metana juga masuk kategori penyumbang efek GRK. Metana ini  merupakan salah satu jenis gas yang bisa menjadi sebuah insulator paling efektif. Ia  mampu menangkap panas sekitar 20 kali lebih efektif daripada karbon dioksida.

Bahan bakar fosil dan limbah pada lainnya, menjadi salah satu sumber karbon dioksida. Sementara karbon dioksida termasuk sumber efek GRK.

Karena itulah emisi dari kendaraan yang dihasilakn oleh manusia melalui kendaraan bermotor dapat meningkatkan kadar karbon dioksida di udara.

Selanjutnyaa adalah hidrofluorokarbon, yang merupakan gas yang terbentuk dari manufaktur beberapa produk, di antaranya  pendingin ruangan.

KLIK INI:  Ciptakan Rompi Anti Peluru dari Gebang, Armour Mike Harumkan SMAN 3 Denpasar
Yang harus dilakukan

Bagaimana agar efek GRK bisa kurangi. Setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi efeknya, antara lain :

Efisiensi penggunaan energi listrik. Cara ini dianggap ampuh untuk mengurangi efek GRK, yakni dengan mematikan lampu yang tidak digunakan, termasuk mencabut alat elektronik dari sumber listrik, semisal charger pada HP dan laptop.

Karena meski tidak sedang digunakan, hal ini akan tetap mengalirkan energi listrik. Memadamkan lampu saat tidur juga adalah solusi bijak mengurangi efek GRK.

Memperbanyak jalan kaki, solusi selanjutnya adalah membudayakan jalan kaki, selain menyehatkan. Juga bisa membawa dampak baik dalam mengurangi GRK. Karena itu artinya akan ada pengurangan aktivitas penggunaan kendaraan bermotor.

Cara itu bisa membuat kita mengendalikan jejak karbon. Penggunaan kendaraan pribadi menghasilkan jejak karbon dioksida.

Mengurangi penggunaa plastik. Plastik telah jadi hal mencemaskan sejak lama. Dengan mengurangi penggunaan penggunaannya, misalnya air minum dalam botol kemasan dan sedotan plastik. Maka dapat mengurangi efek GRK.

Sudah saatnya kita menggunakan bahan-bahan alami yang jauh dari material plastik.

KLIK INI:  Kumpulan Peraturan Perundang-undangan terkait Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)

Tak membuang dan membakar sampah sembarangan. Mengelola sampah adalah cara efektif untuk mengurangi efek GRK. Karena dengan pengelolaan sampah yang baik dan benar. Sampah tak lagi terbuang percuma ke lingkungan. Sehingga tak perlu  membersihakannya dengan cara membakarnya.

Sementara pembakaran sampah sangat berisiko terhadap kesehatan dan bisa menghasilan efek rumah kaca yang berbahaya pula.

Sampah, khususnya sampah organik, sebaiknya diolah menjadi kompos dan sampah anorganik bisa didaur ulang untuk menghasilkan nilai ekonomi yang bisa meningkatkan kejahteraan.

Langkah selanjutnya adalah mengurangi penggunaan kertas. Dengan mengurangi penggunaan kertas, artinya penebangan pohon bisa terkendali. Maka gunakan kertas dengan cara mencetaknya bolak balik atau dengan cara menggunakan kertas bekas.

Selain itu, laporan atau tugas yang bisa dikirim via email atau aplikasi chat lainnya, maka sebaiknya dikirim online saja daripada diprint menggunakan kertas.

Demikian…

KLIK INI:  Omnibus Law Berpotensi Gilas Hak-hak Buruh dan Mengancam Kelestarian Hutan