Perihal Mental Block, Penyebab, dan Cara Mengatasinya secara Alami

Klikhijau.com – Mental block merupakan hambatan secara psikologis. Ia tertanam kuat dalam pikiran seseorang. Akibatnya bisa  fatal, khususnya dalam mengambil suatu keputusan penting. Karena bisa me...

Perihal Mental Block, Penyebab, dan Cara Mengatasinya secara Alami
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Mental block merupakan hambatan secara psikologis. Ia tertanam kuat dalam pikiran seseorang.

Akibatnya bisa  fatal, khususnya dalam mengambil suatu keputusan penting. Karena bisa mengarah kepada hal negatif.

Mental block adalah kondisi saat otak melakukan penolakan terhadap pikiran atau ingatan tertentu.

Apa dan bagaimana sebenarnya mental block itu?  Dikutip dari skripsi Mawaddah Ramadhana, (2020) dua pendapat ini menjawabnya:

Pertama, dalam buku Ir. H. Purwanto Yusdarmanto yang berjudul Spiritual Mental Block  2015) bahwa  mental block secara bahasa sama dengan limiting belief atau kurang rasa percaya diri.

Hal ini merupakan hambatan secara mental psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang akibat program negatif yang ada dalamnya.

Mental block dapat muncul dan terjadi dari kekeliruan pengalaman hidup, pergaulan, sisa traumatik masa lalu, sisa luka batin, sisa pengalaman yang tidak mengenakan ketika kecil maupun karena kekeliruan atau kekurangtepatan cara pandang atau anggapan terhadap sesuatu bahkan akibat cara belajar atau pendidikan yang tidak tepat.

Kemunculannya bisa berbentuk kecanggungan bertindak, kesulitan berbicara dalam bidang retorikal, kesulitan mengaktualisasikan diri dan terkadang muncul dalam bentuk sindrom inferior complex atau sindrom rendah diri walaupun sebenarnya memiliki berbagai kelebihan, kecerdasan dan kemampuan yang lain.

Kedua, dalam buku Antonius Arif, Rahasia Menghancurkan Mental Block (2012) terungkap bahwa mental block juga merupakan salah satu hambatan seseorang untuk menyampaikan perasaan, kemampuan serta hal-hal lain yang menyangkup pesan verbal.

Mental block ini rentan terhadap kritik atau terhadap situasi emosional atau mudah merasa terancam (mudah panik, ketakutan tak beralasan baik terhadap kesehatan, hal-hal yang dipandang berbahaya, kemiskinan ataupun terhadap ketidakmampuan untuk mengontrol situasi atau diri sendiri, menganggap dunia bukan tempat yang aman).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2