Meredam Emisi Transportasi dengan Makanan Lokal

Klikhijau.com โ€“ Terkadang kita bangga memamerkan makanan atau barang impor. Karena itu menunjukkan status sosial di masyarakat. Makanan atau barang lokal kerap diabaikan. Status sosial memang berha...

Meredam Emisi Transportasi dengan Makanan Lokal
Bacakan Artikel

Klikhijau.com โ€“ Terkadang kita bangga memamerkan makanan atau barang impor. Karena itu menunjukkan status sosial di masyarakat.

Makanan atau barang lokal kerap diabaikan. Status sosial memang berharga mahal. Harga mahal itu kerap pula dibayar dengan sangat mahal pula. Misalnya barang atau makanan yang datang dari jauh akan menyebabkan lebih banyak emisi transportasi atau kendaraan.

Karena makanan atau barang tersebut membutuhkan waktu angkut lebih lama. Ada sebuah studi yang dipimpin oleh para ilmuwan dari University of Sydney baru-baru ini yang menunjukkan, pengangkutan makanan secara umum bertanggung jawab atas tiga gigaton emisi besar setiap tahun. Itu setara dengan hampir 20 persen dari semua emisi terkait makanan.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Food, menunjukkan bahwa emisi yang dihasilkan dari pengangkutan bahan makanan, mencapai tujuh kali lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, dan juga jauh melebihi emisi yang disebabkan oleh pengangkutan komoditas lain.

[irp]

Penulis studi menekankan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk mengurangi emisi transportasi dan oleh karena itu konsumen harus fokus pada makan makanan yang diproduksi secara lokal.

Perihal makanan lokal dan diproduksi secara lokal pula, menurut Ibrahim Abdul-Matin dalam bukunya Greendeen bahwa ada sebuah hadis dari Nabi Muhammad SAW yang terkenal, yang menyatakan bahwa ketika makan, Nabi Muhammad SAW ย selalu meng ambil hidangan yang dekat dengannya.

Matin mengakui, iaย  telah mendengar hadis itu berkali - kali, tetapi ketika ia telaah maknanya secara lebih dalam untuk mengembangkan konsep Agama Hijau, terlintas pemikiran bahwa hadis ini mendorong kita untuk mendapatkan makanan dari sumber-sumber lokal. Hadis ini menganjurkan kita untuk memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar kita.

[irp]

Berkontribusi sekitar 30 persen

Apa yang diungkapkan oleh Matin itu, jika ditilik dari emisi yang disebabkan transportasi yang mengangkut makanan, rupanya cukup besar.

Dr. Mengyu Li, penulis studi tersebut mengatakan, studi yang dilakukannya memperkirakan sistem pangan global, karena transportasi, produksi, dan perubahan penggunaan lahan. Telah berkontribusi sekitar 30 persen dari total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan manusia.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: