Menyorot Bahaya PCBs dan Upaya Mengatasinya

Klikhijau.com - Polychlorinated Biphenyls atau PCBs membawa alarm bahaya bagi kesehatan. PCBs telah dinobatkan sebagai bahan pencemar organik yang persisten, ia memiliki sifat racun, yang masuk dan me...

Menyorot Bahaya PCBs dan Upaya Mengatasinya
Bacakan Artikel

Pada tahun 2008, Indonesia telah memiliki Rencana Implementasi Nasional. Rencana itu untuk mengeliminasi dan mengurangi penggunaan Bahan Pencemar Organik, termasuk senyawa PCBs. Dan ย pada tahun 2009, Indonesia ikut meratifikasi Konvensi Stockholm.

Tujuan dari konvensi ini untuk melindungi manusia dan lingkungan. Terutama dari dampak negatif senyawa-senyawa pencemar organik yang persisten melalui beberapa mekanisme, di antaranya pelarangan dan pemusnahan.

Pada Konvensi Stockholm itu telah menetapkan dua global deadlines pada tahapan pemusnahan (phasing-out) PCBs, yakni



  • ย Transformator dan kapasitor listrik bebas PCBs



Pada ย akhir tahun 2025, semua transformator dan kapasitor listrik yang beroperasi tidak boleh mengandung PCBs sama dengan atau lebih besar dari (โ‰ฅ) 50 ppm.


  • Dimusnahkan atau didekontaminasi



Pada akhir tahun 2028, semua bahan, limbah, transformator dan kapasitor dengan kandungan PCBs โ‰ฅ50 ppm sudah harus dimusnahkan atau didekontaminasi.

Rosa Vivien juga menambahkan, Indonesia telah melakukan pengembangan kebijakan dan peraturan terkait PCBs.

Hal dilakukan sebagai upaya Indonesia dalam mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Pengelolaan dan Pemusnahan PCBs Berwawasan Lingkungan. Hal iniย  diamanatkan Konvensi Stockholm.

โ€œLangkah-langkah dan tahapan Pengelolaan PCBs Berwawasan Lingkungan. Diatur lebih teknis melalui Peraturan Menteri LHK Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Polychlorinated Biphenyls. Hal ini telah diundangkan sejak 30 Desember 2020 lalu,โ€ jelas Rosa.

[irp]

Untuk itu, diperlukan upaya edukasi guna meningkatkan pemahaman dan pengelolaan yang baik agar akibat buruk dari PCBs dapat dihindari.ย  Peningkatan edukasi masyarakat pada umumnya dan dunia usaha pada khususnya.

Sementara itu, Esam Alqararah dari UNIDO Representative for Indonesia and Timor Leste mengatakan, UNIDO akan mendukung upaya Indonesia dalam menghapuskan dan mengurangi penggunaan PCBs sejak tahun 2013 lalu.

โ€œInisiatif yang kami jalankan berfokus pada pengenalan pengelolaan PCBs berwawasan lingkungan, inventarisasi sumber PCBs dan juga pemusnahan PCBs yang teridentifikasi,โ€

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: