Menjejaki Budaya Masyarakat Buang Sampah di Halaman Belakang

Klikhijau.com โ€“ Nyaris tak ada anak-anak suka bermain di halaman belakang rumah. Pun orang akan menghindari mengunjunginya. Halaman belakang rumah bukan hanya tempat yang agak privasi. Namun, juga...

Menjejaki Budaya Masyarakat Buang Sampah di Halaman Belakang
Bacakan Artikel

Masyarakatย  harus belajar menjauhkan harapan akan ada petugas kebersihan datang mengambilnya. Hingga lumutan pun tak akan ada yang datang. Pemerintah dan petugas kebersihan menganggap sampah seolah hanya ada di kota.

Setahu saya, satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan yang menyediakan armada pengangkut sampah hingga ke desa hanyalah Kabupaten Gowa. Meski kehadirannya juga banyak diprotes warga.

Kampung seolah lepas dari sampah

Persoalan sampahย  lebih banyak disorot adalah sampah di kota. Kampung seolah kebal dari sampah, padahal itu tak benar. Sampah yang bertumpuk di laut saya juga yakini itu sebagian disumbang oleh masyarakat kampung.

Sampah tak semuanya diam di tempat pembuangannya. Ada yang terseret ke selokan, terus ke sungai lalu air sungai membawanya ke laut. Dan lautlah muara dari sampah itu.

[irp]

Karenanya tak mengherankan jika laut Indonesia banyak dipenuhi sampah, khususnya sampah plastik. Bahkan menjadi negara penyumbang sampah plastik terbasar kedua di dunia. Sifat sampah plastik tahan lama dan cukup ringan diayun-ayun air hingga ke laut.

Di kampung saya, cara mengatasi sampah plastik belum menyentuh ke tahap tiga 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) yang dianggap mampu menjadi solusi permasalahan sampah.

Cara mengatasi sampah di kampung adalah membuangnya ke lingkungan. Dan tempat favorit itu, ya halaman belakang rumah. Selain dibuang, masyarakat biasa mengatasinya dengan cara membakarnya. Padahal membakar sampah, khususnya sampah plastik tak dianjurkan.

Beruntunglah sekarang ini, banyak masyarakat, khususnya di kampung saya menemukan sedikit solusi mengenai tempat pembuangan sampah, yakni menggali tanah di halaman belakang rumahnya untuk tempat sampah. Meski itu tak efektif sebab tetap tertimbun dalam tanah.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: