Menjauh dari Media Sosial, Mengurangi Gejala Kecemasan dan Depresi

Klikhijau.com - Media sosial (medsos) saat ini mulai lekat dalam keseharian kita. Meski tak semua di antara kita memiliki akun medsos. Namun, pengaruhnya bisa menyentuh semua kalangan. Penggunaan m...

Menjauh dari Media Sosial, Mengurangi Gejala Kecemasan dan Depresi
Bacakan Artikel

Sebagai contoh, sebuah penelitian terhadap orang dewasa AS menunjukkan bahwa peserta yang paling sering menggunakan media sosial memiliki peluang lebih besar untuk menderita depresi.

Untuk menyelidiki manfaat jeda media sosial. Para peneliti berfokus pada orang-orang berusia antara 18 dan 72 tahun yang menggunakan media sosial setiap hari.

Individu secara acak ditugaskan untuk berhenti menggunakan platform media sosial sama sekali selama tujuh hari atau melanjutkan keterlibatan media sosial mereka seperti biasa.

Pada awal penelitian, para peserta melaporkan menghabiskan rata-rata delapan jam per minggu di media sosial. Mereka yang mengambil istirahat menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kesejahteraan, depresi, dan kecemasan.

[irp]

โ€œMelihat media sosial begitu umum sehingga banyak dari kita melakukannya hampir tanpa berpikir dari saat kita bangun hingga ketika kita menutup mata di malam hari,โ€ kata pemimpin peneliti Dr. Jeff Lambert.

"Kami tahu bahwa penggunaan medsos sangat besar dan ada kekhawatiran yang meningkat tentang efek kesehatan mentalnya. Jadi, dengan penelitian ini, kami ingin melihat apakah hanya meminta orang untuk istirahat seminggu dapat menghasilkan manfaat kesehatan mental," tambahnya

โ€œBanyak peserta kami melaporkan efek positif dari keluar dari media sosial dengan suasana hati yang membaik dan kecemasan yang berkurang secara keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa istirahat kecil saja bisa berdampak,โ€ terang Lambert.

Solusi yang mesti diambil

Medsos telah menerabas jauh ke dalam kehidupan sebagian besar penduduk bumi. Ia menjadi sesuatu yang ttak terpisahkan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: