Menghindari PSP Serupa Menghindari Kenangan dengan Mantan Kekasih

Klikhijau.com – Plastik sekali pakai (PSP) telah menjalari denyut kehidupan masyarakat. Tak hanya di perkotaan, tapi jalarannya telah sampai ke pedesaan. Menghindarinya ibarat menghidari macet di j...

Menghindari PSP Serupa Menghindari Kenangan dengan Mantan Kekasih
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Saya memberikan contoh kecil, saya pernah mendatangi sebuah pesta pernikahan di Kecamatan Mallawa, Maros. Saya membawa tumbler ke pesta tersebut.

Banyak mata tertuju pada tumbler yang saya bawa, ada bahkan yang bertanya untuk apa. Ketika saya jelaskan tujuannya, ada  tertawa mengejek.

Pesta pernikahan adalah salah satu sarang yang penuh dengan jebakan PSP, khususnya untuk air minum, sebab dominan menggunakan air minum mineral kemasan.

Air minum kemasan dipilih karena dianggap lebih simple dan tak merepotkan. Kaum perempuan tak perlu lagi berjibaku mencuci gelas, dan juga bertarung di dapur memasak air.

Tak mengherankan jika kamu mengunjungi sebuah pesta, kamu tak akan lagi menemukan gelas yang berjejer untuk air minum seperti dulu—yang ada hanyalah air kemasan mineral.

Dua hari lalu, Senin, 29 Juni 2020 saya mengunjungi acara akikah yang digelar sepupu saya, kejadian serupa pun terjadi—air yang disediakan adalah air kemasan mineral.

Pembungkus air tersebut begitu selesai diseruput airnya, akan dibuang begitu saja ke lingkungan dan sebagian akan dibakar. Padahal membakar sampah plastik bukanlah solusi yang baik, sebab juga membawa ancaman bahaya bagi kesehatan, dan bahkan berdampak pada pemnasana global.

Saya menduga, salah satu penyebab meningkatnya sampah plastik, karena banyak orang yang terjebak menggunakannya—ditambah lagi kesadaran masyarakat dan peraturan pemerintah yang masih longgar.

Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), total sampah di Indonesia tahun 2019 akan mencapai 68 juta ton dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton.

Menurut catatan  KLHK peningkatan komposisi sampah plastik sekitar 5—6 persen per tahun sejak 2000.

Salah satu komunitas, yakni Tzu Chi yang bergerak di bidang lingkungan, khususnya dalam bidang daur ulang sampah plastik mengakui dalam waktu 1 bulan  dapat mengumpulkan kurang lebih sebanyak 4 ton sampah plastik.

Bisa kamu bayangkan, satu komunitas saja bisa mengumpulkan hingga 4 ton sampah plastik hanya dalam waktu satu bulan.

Dan yang parahnya lagi, menurut Erlan selaku  administrasi dari Tzu Chi  ada berberapa sampah plastik yang ditemukan sulit untuk diurai  menjadi bahan daur ulang.

Sampah-sampah itu pun hanya menumpuk saja dan kembali menjadi sampah plastik. Dan kita tak menyadarinya jika sedangn berada dalam jebakan batman plastik sekali pakai atau PSP.

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2