Mengejutkan, Kemasan Produk Plastik dari Thailand dan China Menghuni Pantai Babana, Bulukumba

Klikhijau.com – Setelah bertanya empat kali pada empat orang yang berbeda. Saya akhirnya bisa sampai di pantai Babana. Pantai yang terletak di Ujung Loe, Bulukumba. Sebelumnya Amiruddin Mutaqqin, p...

Mengejutkan, Kemasan Produk Plastik dari Thailand dan China Menghuni Pantai Babana, Bulukumba
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Banyaknya sampah yang menghuni pantai Babana yang relatif sepi itu. Bisa jadi disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang masih kurang dalam membuang sampah.

“Kesadaran masyarakat masih kurang, di jembatan sebelum jalan masuk ke pantai ini. Setiap subuh warga berjejer membuang sampah ke sungai,” beber Gusnadi, salah satu guru SMPN 10 Bulukumba.

[caption id="attachment_31705" align="aligncenter" width="1280"] Kemasan produk plastik asal Thailand-foto/Klikhijau[/caption]

Sampah datang dari luar negeri

Aktivitas memungut sampah di pantai, bukan sekadar membersihkan pantai. Tetapi juga “mengejar” kejutan. Setiap aktivitas, selalu menawarkan kejutan yang membuat kita tercengang dan terkejut

Pada kegiatan bersih dan audit sampah yang digagas oleh ECOTON dengan melibatkan 35 siswa SMPN 10 Bulukumba itu, banyak kejutan yang ditemukan.

Namun, di antara kejutan yang mengejutkan itu adalah ditemukannya kemasan produk plastik  dari dua negara, Thailand dan China.

Bagaimana kedua kemasan plastik itu bisa sampai ke Pantai Babana. Siapa yang membawanya. Amir (sapaan akrab Amiruddin Mutaqqin) mengungkapkan bahwa sampah dari negara lain sangat mungkin ditemukan di negara lainnya.

“Sampah dari Indonesia kan bisa ditemukan di Afrika,” katanya.

Sampah, khususnya sampah plastik memiliki sifat yang ringan, sehingga sangat mudah di bawa ombak ke mana pun lalu ditelantarkan di pantai mana pun juga. Selain ringan, sifat plastik yang kuat atau awet membuatnya mampu bertahan di laut bertahun-tahun sebelum terdampar ke pantai.

Penyebab lain, bagaimana bisa kemasan plastik datang dari jarak yang jauh adalah, para awak kapal atau penumpang bisa saja ada yang membuang sampah ke laut. Sampah itu diantar ombak ke pantai

Faktor lainnya adalah lalu lintas perdagangan online memungkinkan orang lokal membeli produk luar negeri dan setelah isinya habis akan di buang ke lingkungan dan terdampar di pantai.

Namun, apa pun faktornya. Sampah kemasan plastik dari Thailand dan China yang ditemukan pada aksi bersih dan audit sampah pada hari Sabtu, 14 Sept 2024 itu sangat mencengangkan dan memprihatinkan.

Penemuan sampah tersebut membawa arti penting bagi kita, bahwa sampah yang kita buang sangat potensial mengganggu kenyamanan negara lain.

[caption id="attachment_31704" align="aligncenter" width="1114"] Kemasan produk plastik dengan tulisan China/foto-Ecoton[/caption]

Memberi banyak pelajaran

Kegiatan aksi bersih pantai dan audit sampah tersebut diakui oleh Erniati Saleh, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 10 Bulukumba memberikan banyak pelajaran untuk menyadari bahwa sampah adalah musuh bersama. Ketika sampah-sampah tidak terkelola dengan baik, maka akan mencemari lingkungan salah satunya seperti yang terjadi penumbukan sampah di pantai Babana.

Erniati berharap melalui kegiatan tersebut para anggota Siswa Pecinta Lingkungan (Si Paling) SMPN 10 Bulukumba tergerak melakukan kegiatan-kegiatan serupa ke depannya.

Selain itu, para siswa juga menerapkan gaya hidup minim sampah dan menjadi pioneer yang mengajak teman-teman di sekolahnya.

“Kami harap anak-anak kami yang tadi (ikut aksi bersih) bisa jadi penggerak di sekolah untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya, makan makanan dari alam kalau bisa bawa bekal dari rumah kemudian bawa tumbler dengan moto tolak plastik sekali pakai,” harapnya.

Randa, salah satu siswa SMPN 10 Bulukumba mengaku senang dengan kegiatan tesebut. Ia berharap bisa kembali ikut berpastisipasi jika ada kegiatan serupa.

“Kegiatannya seru, saya akan ikut lagi dan saya tidak akan membuang lagi sampah di sembarang tempat, harus pada tempatnya,” katanya

Untuk meminimalkan sampah plastik di sekolah, khsusunya di SMPN 10 Bulukumba. Dr Daru menyarankan agar kembali menggunakan kemasan alami yang bukan dari plastik. Termasuk kembali memperkenalkan jajanan tradisional yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2