Mengapa Masih Ada Sampah Plastik di Antara Kita?

Klikhijau.com - Suatu siang, saat berjalan menuju masjid di samping kantornya, Subhan terkesima dengan sampah berserakan di pinggir jalan. Persis di depan sebuah kantor pemerintah dan tak jauh dari ka...

Mengapa Masih Ada Sampah Plastik di Antara Kita?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Suatu siang, saat berjalan menuju masjid di samping kantornya, Subhan terkesima dengan sampah berserakan di pinggir jalan. Persis di depan sebuah kantor pemerintah dan tak jauh dari kantornya.

Tumpukan sampah itu, sebagian besar adalah sampah plastik, styrofoam, kertas tak berguna dan lainnya. Spontan, Suhban mendokumentasikannya.

Jepret! Wajahnya penuh kecewa, sembari berjalan lambat dan geleng kepala. Kepada temannya, ia bercerita betapa tempat itu memang sudah lama menjelma sebagai tempat sampah “jadi-jadian”.

Mobil pengangkut sampah yang datang seringkali hanya mengambil yang berada di dalam tong. Sementara yang berserakan dibiarkan meluntah begitu saja. “Ini sangat mengganggu pemandangan!” kata Subhan pada temannya.

Entah mengapa, masih ada saja tempat tertentu di Kota Makassar yang awet sampahnya. Setiap saat sampah plastik bisa ditemui di mana-mana.

Di jalan raya, masih ada pula orang yang menelantarkan sampahnya. Sampah plastik dihempaskan secara sengaja tanpa merasa berdosa.

Perilaku membuang sampah sembarang

Perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarang ini ternyata menjadi penyebab terbesar permasalahan menumpuknya sampah.

Hal itu diakui oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Rosa Vivien Ratnawati, seperti dilansir Republika (13 Februari 2019).

“Masalah sampah itu di perilaku, meski pemerintah sudah menyediakan sarana dan prasarana tapi jika perilaku masyarakat tidak berubah maka akan sulit,” kata Rosa Vivien Ratnawati.

Vivien mencontohkan masalah pencemaran di sungai Citarum yang kini menjadi sorotan dunia internasional sebagai sungai paling tercemar di dunia.

“Di Citarum, Perda sudah ada, sarana prasarana sudah dibangun tapi perilaku masyarakat tidak berubah,” katanya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2