Menanti Aksi Kolaborasi Kemenhut dan BGN untuk Ketahanan Pangan dan Perbaikan Gizi Masyarakat

oleh -90 kali dilihat
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana-foto/Ist

Klikhijau.com – Pertemuan antara Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Jadi harapan bagi ketahanan pangan nasional dan perbaikan gizi masyarakat.

Karena keduanya membahas potensi kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan perbaikan gizi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan

Pertemuan yang berlangsung Selasa, 26 November 2024 di lantai 1 Gedung E Kantor Badan Pangan Nasional (Bapanas), Komplek Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan itu, dihadiri pejabat tinggi dari kedua lembaga.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menyatakan siap menjalankan target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dalam hal itu, Raja Juli mengatakan bahwa sektor kehutanan melalui program perhutanan sosial dapat menjadi tulang punggung bagi pemenuhan swasembada pangan.

KLIK INI:  2 Bulan, Target KLHK Rampungkan KLHS untuk Calon Ibu Kota Baru

“Kami di Kementerian Kehutanan secara serius mendukung visi besar Pak Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan dan makan bergizi gratis ini. Terkait hal itu, kami memiliki program perhutanan sosial,” ujarnya.

Raja Juli menyampaikan ada 8 juta hektar yang sudah diredistribusi kepada masyarakat. Dan masih ada sisa 7 juta lagi lahan yang bisa dimanfaatkan.

“Dari 8 juta hektar tersebut perlu diintensifikasi. Kemudian, bagaimana kemudian area 8 juta ini dapat dihubungkan dengan area kerja Badan Gizi Nasional,” katanya.

Raja Juli menegaskan setidaknya ada dua hal yang akan berjalan. Pertama, untuk program makan bergizi gratis ini akan sukses. Dalam artian, delivery-nya kepada ibu hamil, kepada anak-anak kita.

KLIK INI:  Kabar Baik, Lapangan Kerja Baru di Sektor Kehutanan Terbuka Lebar

Pada saat bersamaan, dan ini yang menjadi salah satu tujuan besar Pak Prabowo membuat ekonomi di petani, di masyarakat bawah, di ujung-ujung pulau-pulau di Indonesia itu menggeliat. Karena ada aktivitas ekonomi.

Hutan Indonesia menyimpan potensi pangan

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, menyatakan bahwa pertemuan ini membuka peluang baru untuk menyelaraskan program gizi dengan perhutanan sosial. Ia juga menyampaikan hutan Indonesia banyak menyimpan potensi untuk memproduksi pangan.

KLIK INI:  Pegiat Lingkungan Dorong Capres-Cawapres 2024-2029 Kaji Ulang Kebijakan Bioenergi Berbasis Hutan

“Jadi ketika nanti produksinya ada, maka akan dibutuhkan siapa yang bisa menyerap hasil dari produksi tersebut. Dan Badan Gizi hadir nanti di lokasi-lokasi itu menjadi off-taker ke depan bagi produk-produk yang dikembangkan di perhutanan sosial. Dan produknya akan kita deliver untuk makan bergizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, anak sekolah dari PAUD sampai SMA,” katanya.

“Saya kira itu yang kita bicarakan tadi dan kita melihat bahwa sudah ada beberapa perhutanan sosial yang sudah sangat produktif. Nanti akan kami dukung dengan kehadiran satuan pelayanan di wilayah-wilayah tersebut,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni didampingi Dirjen PDASRH, Dirjen PHL dan Dirjen PSKL.

KLIK INI:  Benarkah Banjir di Sebagian Sulsel Terjadi Karena Takdir Tuhan?